Wednesday, May 29, 2019

Kenapa Belum Menikah? (Part 1)

Mupung menjelang lebaran nih, sepertinya harus banget nge-posting beginian. Karena, demi apa ya, pertanyaan itu cukup krusial dan sensitif terutama untuk wanita yang mulai menginjak umur 25 tahun ke atas. Budaya kita memang ya (termasuk aku) untuk suka kepo-kepo sampai hal-hal pribadi yang sebenarnya ga ngefek  juga sama hidup kita dan kita pun tak bisa bantu. Tapi ya gimana ya.... kadang rasa penasaran memang tak terbendung.

Jadi dulu waktu itu aku masih 25 tahun. Oke, pada tahun itu lebih dari selusin temanku menikah (seriusan ga lebay). Tapi aku masih cukup santai sih karena pada waktu itu bisa dikatakan aku sedang fokus menjajaki mimpi lama yang baru saja tercapai. Nah, di negeri sakura pada waktu itu aku bertemu dengan seorang akhwat yang maashaaAllah menurutku perfect!!! Cantik, hafidzoh, pinter masak, pinter akademisnya (S3 beasiswa MEXT loh), tidak sombong, kalem, ramah, guru ngaji, senang menolong orang, gemar sedekah terutama sedekah makanan untuk "kaum pa pa" (baca: sesama mahasiswa single yang kismin. wkwkwk), baik dengan tetangga (jarang-jarang loh di apartemen kenal tetangga sebelah). Sempurna kan? Iya.. tau tau, tak ada manusia sempurna, tapi kan secara kasat mata kalau kita melihat, kurang apa lagi si embak untuk dijadikan pendamping bagi seorang lelaki. Makanya, saat aku menginap di apartemen beliau, rasa penasaran mengalahkan segalanya. Akhirnya kuberanikan bertanya,

"Mbak, sebelumnya maaaf banget. Maaf banget. Aku mau tanya, tapi kalau sekiranya mbak keberatan menjawab gapapa lho," introku. 
"Mbak, maaf nih, kok mbak belum menikah?" langsung to the point (memang eike agak susah berbasa basi anaknya -_-).
"Sekali lagi kalau keberatan ga usah dijawab gapapa lho." (Tapi ga enakan -_-').

Monday, March 25, 2019

Got Fooled


Hmmm....
I got fooled
What do you think about friend?
Is it correct to telling a lie to your friend?
I will say, if somebody telling a lie,
acting fake to hide things,
I will say, you are not her/his friend
They don't trust you

So, what are you gonna do?
Follow their GAME
Follow their drama
no need to be upset
You've been pissed off
Yes, true
But just follow their game
Easy
Don't chase them anymore
Don't force them to tell what they are hiding
Allah knows what they are doing

You must have learnt your lesson
First, don't nag for people's attention
Second, don't get hurt if the one you like doesn't choose you
Stop chasing somebody who even don't want you exist
Let her/him go
Third, don't get into else's matter,
If they're telling a lie to you, let them do that
follow their drama scenario as long as it won't effect your life
Let them do that,
They will learn their own lesson

Now, focus on yourself
Look at your own sin
Look at your own "disabilities"
Focus how to bettering yourself
Focus on curing your wound
Focus on cleaning yourself
Focus on beautify yourself
Focus on people who love you
trust you
Get rid the toxic people

Friday, March 22, 2019

Malu


Malu,
Ketika yang lain sibuk memikirkan umat,
kau hanya pikirkan hal remeh temeh.
Malu,
ketika kawanmu sudah sibuk dengan hal yang lebih besar
kau masih berkutat dengan permasalahan yang sama bertahun-tahun.
Malu,
ketika rasa tak bersambut
kau tetap tak bisa berpaling.
Malu,
ketika orang tuamu mengkhawatirkanmu,
kau masih tak tahu apa yang akan kau lakukan.
Malu,
ketika nikmat Allah terus mengalir padamu,
tak hentinya kau meratapi yang tak kau punya.
Malu,
Ya Rabb... sungguh malu diri ini,
akan kotornya hati,
akan keruhnya nurani,
akan kerasnya diri.

Thursday, March 21, 2019

[Tak Ada Judul]



Setiap orang memiliki tantangan dan ujiannya masing-masing
Setiap orang punya pelitanya masing-masing
Tugas kita hanya bersyukur, bukan?
Wahai diri, cobalah fokus dengan tanggung jawab dan kewajibanmu saja
Usah kau pedulikan apa yang tak kau miliki
Usah kau pikirkan apa yang dimiliki orang lain yang tak kau miliki
Usah kau pikirkan apa yang orang lain lakukan
Fokuslah pada dosamu sendiri
Tak penting kau pikirkan dosa orang lain
Kau pikir seberapa banyak dosamu hingga masih sempat kau pikirkan dosa orang lain, huh?

Wahai diri, kuatlah
Ingat lah orang-orang yang mencintaimu
Ingat lah orang-orang yang peduli padamu
Tahan dirimu dari mengejar yang tak bisa kau kejar
Berikan cinta dan perhatianmu pada orang-orang yang mencintaimu
yang peduli padamu
Dan jangan berhenti berbuat baik kepada siapa pun
Siapa pun itu bahkan kepada orang yang telah menyakitimu
Eh? Tunggu.
Bukan menyakitimu, kau terlalu kuat untuk disakiti
Tapi berbuat baik lah meski kepada yang berbuat tidak seperti yang kau harapkan.
Kembalikan lah semua pada Allah, Sang Pemilik hati,
Sang pemilik segala-galanya

Akhir


Akhirnya kukatakan juga. Semuanya. Merasa lebih baik? Hmmm tidak juga. Atau mungkin belum?Entahlah. Tapi, meskipun tanggapan sudah diperkirakan, tetap saja sakit. Masih saja ada rasa yang terjebak pada memori saat itu. Mungkin memang dosa sudah terlalu pekat. Dosa masa lalu.

Kuharap kali ini benar-benar akhir. Rasanya tak kuat menahan sakit ini. Hati yang kotor berpenyakit memang merepotkan. Bagaimana cara membersihkannya? Duhai hati, sampaikan kapan engkau sakit. Duhai hati, aku ingin mendengarmu lagi. Duhai hati, cepatlah sembuh.

Thursday, January 24, 2019

[Album Patah Hati] - How are you doing?

2019/01/31

Hope you are all safe and always happy (the second one is a utopia. We have to accept that life is up and down 😁). 

How are you doing? Hope you doing well and know your passion. When I said that I envy you. I was not overstating. You do have some talents that I see can help you achieve your success. When I said to someone about your “talent”, I’ve been told that it's a bias, that it's just because like you and everything on you looks greater. Hahaha. I believed that. 


But it’s not. You really do have those talents but you don’t really optimize (that’s what I see). I think you need partners to optimize it. Hihihi.


Have you chosen someone? I know you have some choices ;). Hope you’ll choose soon. She must be strong enough, kind, and mindful to be able to accompany and support you to achieve your success, which is also her success :). 

I was too strict and obsessed to you when we were close. Then I realized it was wrong and made you uncomfortable with me. Then I tried to step back (and I think you did so). I think I did. I am in the distance from you. That’s all I can control. Beyond that, there’s something I cannot control. The feeling. There are many reasons to like/dislike someone, but I believe that heart is under the control of Al-Khaliq. I was thinking why I do have this. I know I’m not your cup of tea, I know that we’re just friends.

I keep asking Allah. Is it a test from Allah? In this age? Really? Sounds shameful. But it’s happened. 


Well, these past two years I’ve learned looooooooots of things. I started to learn cooking, started to educate myself for a better look, learned to soften my attitude (I realized that I was super rude to my friends who ware suffering this stupid feeling). Have ever heard Hadith narated by Imam Bukhari 

لا حكيم الا ذو تجربة

No one is wise except the one who has experience

I think I understand now 😂. 


——-


2020/01/07


Maybe indeed it was the training for me before I met the right man for me and got married 😍

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ

Sunday, January 13, 2019

[Album Patah Hati] - Candu

Bayangan selalu bersamamu 
adalah candu
Memupuk rindu yang tak berlalu

Tapi kutahu ianya adalah ilusi

Setidaknya untuk saat ini

Penyebab penyakit hati


Bayanganmu,

Adalah candu

harus kuenyahkan dari pikiranku


Tak rela

Lara terasa

Tapi tipuan rasa

Tak boleh dipelihara