Showing posts with label japan. Show all posts
Showing posts with label japan. Show all posts

Wednesday, September 4, 2019

Request for Japan Post Pick Up Delivery [A dumb tutorial if you don't know Japanese well]

You have a huuuge parcel to be delivered but you can't lift it by yourself to post office?
Easy, ask them to pick it up from your house.
If you can speak a little Japanese, call this number 
0800-0800-1111
Well, I never called them. I know my Japanese level. OK. So, if you have the same problem with me, so follow these step:

2. Then, click this link 今すぐ集荷依頼をする

3. Fill the form

OK. I am lazy now. If you are smart enough, you can fill it by yourself. Open that link from google Chrome and let them automatically translate for you. Please note that you need to fill the form in Japanese as well.

Later I will write more for the example, but, to be continued.








Monday, November 21, 2016

Sekelumit cerita - Dari Research Student hingga BU

Banyak yang bertanya bagaimana bisa aku kuliah di Jepang. Pakai beasiswa apa? Kalau kuliah di Jepang harus bisa bahasa Jepang atau tidak, dan lain-lain. Sebenarnya sudah lama niat mau berbagi pengalaman tapi kok ya malesnya ga pergi-pergi. Tapi sudah ada janji dengan beberapa teman untuk share pengalaman komplit (terutama menyoal pembiayaan). Selain itu, ada juga janji dengan diri sendiri kalau dapat beasiswa mau nulis cerita perjalanannya. Tapi ini aku nulisnya asal aja ya. Asal mengalir dari hati tanpa gambar warna-warni dan atau hal-hal nyeni ala-ala blogger pada umumnya. Ndak. Jadi siap-siap bosen. Heheh.

Oke. Darimana sebaiknya kita mulai? Oh kita mulai saja dari pertanyaan Gimana cara bisa kuliah di Jepang? Karena itu pertanyaan yang paling sering muncul.

Gimana cara bisa kuliah di Jepang?
Sebenarnya ada banyak cara, yang paling umum (sepengetahuanku) adalah adanya kerjasama antar institusi misal antar universitas, dan/atau program-program PNS (terutama dosen dan peneliti). Kalau ada kerjasama dari institusi gitu sepertinya memang lebih gampang ya, informasinya bisa ditanyakan langsung ke institusinya. Biasanya ada beberapa program yang bisa diikuti. Tinggal ikuti persyaratannya, kalau rezeki, gampang lah insyaAllah.

Nah, gimana kalau kita ini dosen bukan, mahasiswa bukan (udah lulus maksudnya), kampus atau almamater mungkin baru ‘terdengar’ (lebih parah dari sekedar terakreditasi) sehingga ga ada kerjasama dengan kampus di luar negeri, cupu pula, ga punya duit pula, pinter juga enggak, IPK pas-pasan. Kalau memang begitu kondisinya, saran paling utama adalah kencengin deh doanya. Hehe…

Eh tapi serius. Itu ciri-cirinya mendekati kondisiku lho. Selain doa, asalkan ada usaha dan tawakkal yang sungguh-sungguh sehingga orang tua dan Allah ridho, inshaAllah bisa.

Nah, jadi kalau kita tidak terikat suatu institusi, maka kita harus kerja keras mencari jalur yang lain dan berusaha lebih keras. Berikut ini poin-poin yang mungkin bisa diusahakan (ga urut gapapa lho):

Thursday, March 24, 2016

Sayonara

I am sad. Yes, I have to admit that I am sad. I bet this sadness would be worse in case I had more communication with them. Today, 5 students from my lab have graduation ceremony. 1 one of them, I never had communication, 1 of them will pursue his doctoral study, so he will stay here at least until 3 years later. And then, the other 3 students, well, they left the lab today, in the day of their graduation ceremony.

May be I should let  you know that I am not too active in this lab. I don't have much communication. I rarely have time together with them, thus I only have very few memory of them. Though, I still feel missing them when they left. They were impressed me.

OK. I'll account a little bit about them. I hope by write it down makes me feel better. I start with the first person said 'goodbye'.

1. Ryouta Sekiya.
The only Japanese master student in our lab. It means we don't have Japanese student in our lab anymore after he graduated. He speaks English very fluent with good pronunciation. He missed my welcome party last April 2015. Several days after that, in one night while I still stay in lab until quite late (at that time 8 p.m. was quite late for me), suddenly one guy greeted me in my way to go outside.

"Hey, you must be that new student. I am Ryouta Sekiya, you can call me Ryouta. I am Japanese. So, sorry, what's your name"

"Shofi. Nice to meet you. So, where are you from?"     

"Do you mean my hometown? I am Japanese."

Monday, August 24, 2015

Watashi no Natsu Yasumi I - Kobe

Kobe Port Tower & Kawasaki Museum at Kobe Port Harbour
Lama euy tak buang sauh. Banyak liburan harusnya lebih profuktif dong. Ya, Agustus ini banyak libur. Libur musim panas. Kelas Nihon go libur, tanggal merah juga berderet-deret. Sebenarnya kesempatan yang bagus untuk benar-benar berlibur. Tapi aku hanya memanfaatkan waktu liburku sedikit dari waktu libur yang ada untuk benar-benar liburan. Selebihnya? Ya... merenung saja di kampus. Mencoba be-la-jar. ahay...

Jadi liburan ini aku kemana aja? Oke, biar ada catatan sejarah kalau aku pernah liburan, beberapa baris nampaknya wajib ditorehkan agar kelak anak cucuku tahu bahwa aku pernah ke sini. hahah....

Kobe
Yappari..... finally ..... kesampaian juga aku di kota pelabuhan Jepang yang konon adalah salah satu kota romantis. Kenapa disebut kota romantis aku juga tak paham alasannya. Mungkin iya ya kalau sudah ada pasangan, jalan-jalan di dermaga yang elok nan bersih sambil melihat kapal-kapal dan pemandangan laut khas pelabuhan menjadi suasana yang romantis.

Thursday, August 13, 2015

Dari Halal Haram Hingga Nivea

Jujur saja sebelum ke Jepang aku tidak terlalu memperhatikan detail komposisi suatu produk baik makanan, kosmetik bahkan sabun mandi, dll. Mungkin karena tinggal di negara yang mayoritas penduduknya adalah Muslim (meskipun bukan di negera Islam), sudah merasa aman sehingga tak perlu nge-check detail komposisi. Padahal kalau dipikir-pikir ya, produk-produk kecantikan dan makanan-makanan instan itu tidak semua diproduksi oleh muslim yang sangat paham kaidah halal haram. Halal haram ini kaitannya tidak hanya pada bahan-bahan yang digunakan langsung tetapi proses dan material yang digunakan pun mempengaruhi status halal/haram produk tersebut. Terkait halal-haram ini aku pernah posting juga di sini.

Untuk produk roti-rotian misalnya, selain bahan-bahan yang jelas haram seperti rum, gliserin (perlu dicek dulu terbuat dari apa, tak jarang gliserin berasal dari lemak babi), shortening, dll, kuas yang digunakan untuk mengoles permukaan roti juga harus dicek. Kuas yang dipakai bisa sintesis bisa dari rambut hewan. Tim sertifikasi Halal MUI biasanya akan mengecek sampai detail-detail itu (mungkin karena banyak item yang harus dicek, sertifikasi MUI jadi mahal kali ya).

Itu baru contoh roti-rotian, hal yang sama juga perlu dicek pada produk lain termasuk produk kosmetik dan perawatan kulit. Awal-awal di Jepang perasaan 'aman' tadi seketika berubah jadi 'waspada'. Mulailah belajar mengecek setiap detail komposisi. Beberapa list produk yang sudah dicek saudara-saudara muslim kita di jepang bisa dilihat di facebokk Serijaya Indonesia.

Tuesday, June 16, 2015

Ramadhan di Jepang

Ramadhan 1436 H yang bertepatan pada bulan Juni 2015 Masehi kali ini akan menjadi petualangan baruku. Rasanya deg-deg-an luar biasa #lebay . Eh tapi serius, menjelang ramadhan kali ini rasanya luar biasa banget. Mungkin faktor puasa pertama di negri orang, faktor puasa pertama jauh dari rumah, faktor bayang-bayang bakalan lebaran jauh dari keluarga T_________T, faktor bayang-bayang akan debut perdana conference pas puasa, faktor-faktor..... ah banyak lah.

Tapi yang paling diharapkan adalah semoga ramadhan kali ini benar-benar menjadi momentum perubahan diri menjadi insan yang lebih baik dan bertaqwa.
Semoga ramadhan kali ini bisa mendapatkan lailatul qadr. Semoga ramadhan kali ini bisa menjadi sarana dakwah baik kepada muslim maupun non muslim di Jepang. Eh? dakwah kepada muslim juga? Ya, kupikir muslim di Jepang dari negara lain juga ada tapi tidak semuanya kelihatan kalau muslim, jadi harapannya melalui ramadhan kali ini aku bisa mengenal mereka semua.

So, detik-detik menjelang ramadhan.
Seperti halnya di Indonesia, di sini pun aku menunggu hasil 'isbath' brothers dari JMC (JAIST Moslem Community) lepas sholat Isya malam ini. Entah metode apa yang mereka gunakan. Konon katanya mereka akan meeting dan menunggu informasi dari persatuan ulama yang ada di Tokyo.

Tapi sembari menunggu mereka, sempat cari-cari info juga dari website masjid-masjid di Jepang dan nemu jadwal imsakiyah dari masjid Osaka
http://osakamasjid.info/wp-content/uploads/2015/05/IMG_3654.jpg
Oiya, kami juga ada target-target ramdhan, kalau mau pasang target juga bisa ni download di sini.

Ya Rabb.... jadikan kami hambamu yang mendapatkan lailatul qadr ya Rabb... aamiin...




Sya'ban 29th 1436H
Asahidai, Nomi, Ishikawa
Postingan di tengah pelarian atas ke-buntu-an berpikir sesaat. Semoga Alloh segera beri pencerahan...

Saturday, April 11, 2015

[Nyampah Online] - Menjemput Sakura II

Niatnya dari awal memang mau cerita tentang 6 hari pertama di Jepang saja. Ternyata intro cerita sampai Komatsu Airport saja sudah panjang banget di [Nyampah Online] - Menjemput Sakura I. Oke, kali ini benar-benar lanjut sesudah sampai di jepangnya.

Jum'at, 3 April 2015
Asahidai, Nomi, Ishikawa

Sekitar 20 menit perjalanan dari bandara Komatsu akhirnya sampai juga kami di komplek bangunan Japan Advanced Institute of Science and Technology (JAIST) yang terdiri dari beberapa gedung yang  menjulang dan saling terhubung satu sama lain. JAIST memiliki semacam 3 fakultas yaitu School of Knowledge Science, School of Information Science dan School of Material Science yang masing-masing memiliki beberapa gedung sendiri (yang tetap dihubungkankan dengan semacam sky way dari satu gedung ke gedung lain). Saat pertama ke lab aku heran kenapa pintu lift nya PINK semua. Kusen pintu-pintu dan label-label ruangannya juga PINK. Petunjuk jalan di lantai juga PINK. Why everything should be PINK!?!?!
Tapi pekan berikutnya ketika aku jalan-jalan dari gedung ke gedung tetiba nyasar ke gedung yang interiornya semuanya UNGU. pintu lift nya UNGU. Kusen pintu-pintu dan label-label ruangannya juga UNGU. Petunjuk jalan di lantai juga UNGU. Oooh ternyata aku di gedung School Knowledge Science. Begitu juga ketika aku sampai di gedung School of Material Science yang letaknya berseberangan dengan gedung School of Information Science, mayoritas interior di gedung School of Material Science berwarna biru muda. Oh I see.. so I am in a Pink School. Sedangkan untuk gedung-gedung non fakultas seperti gedung Administratif, perpustakaan, dll menggunakan warna-warna netral. Tidak ada yang dominan.

Wednesday, March 18, 2015

Tips Mengisi Form Permohonan Visa Jepang

Untuk mengajukan permohonan visa, diperlukan beberapa syarat dan ada formulir yang perlu diisi. Untuk detail syarat membuat visa bisa langsung ke sini. Berikut ini aku mau share tips-tips dalam mengisi isian-isian formulir mengajukan visa pelajar. Karena jujur saja, kemarin sempet bingung banget gimana ngisinya. Sumber tips ini didapat dari sini. Sebelumnya download dulu formulirnya di sini.
Oke.
Sudah di-download? Bagi yang males baca, ini aku share ringkasnya ya tips-tips mengisi isian formulir pembuatan visa Jepang :
1.    Untuk isian yang jawabannya No atau memang tidak ada, jangan dibiarkan kosong, tapi isi aja dengan NONE atau N/A (Not Available)
2.    Bagi yang punya nama bukan cuma romanji atau latin saja, missal arab, cina, korea atau jepang, silakan ditulis juga namanya (tersedia kolomnya)
3.    Untuk penulisan alamat, tulis selengkap-lengkapnya sampai kodepos

4.    Pada kolom “Current profession or occupation and position” bagi pelajar, tulis saja grade level missal S1 ya tulis aja undergraduate gitu 
5. Jangan lupa ukuran fotonya 4,5 cm x 4,5 cm
6. Untuk jenis-jenis paspor, kalau kita mengurus sendiri paspornya biasanya itu paspor biasa atau paspor ordinary
7. Untuk kolom "Your Current Residental" diisi aja alamat rumah di Indonesia sekarang 
8. Untuk kolom "Guarantor or Reference in Japan" , kalau pelajar biasanya penjaminnya adalah profesor yang menjadi supervisornya. Kalau saya dulu saya email professor untuk berkenan menjadi penjamin saya dan meminta informasi data-data yang dibutuhkan

Mungkin itu dulu ya Tipsnya. Oiya, ini juga ada cerita Petualangan Membuat Visa Pelajar Jepang. Semoga bermanfaat ^_^




Sunday, January 11, 2015

Belated Happy New Year 2015

2015... humm.... mungkin 2015 ini akan menjadi titik tolak perubahan besar dalam hidupku. Entahlah apa itu. Aku pun masih menunggu. Kenapa perubahan besar? It's simple, karena menjelang 2015, 2014 kemarin ditutup dengan kabar yang di luar dugaan. Skenario Alloh selalu berjalan dengan baik. I believe on that. Di penghujung 2014 menjelang 2015, hatiku terlalu sering berdebar menanti kabar. ufufufu..... dan kabar apakah itu?? Aku pun masih menunggu.
Hanya bisa berdo'a berusaha dan tawakkal. Selanjutnya biarkan Alloh yang tentukan. 3 bulan bukan waktu yang sebentar untuk deg deg-an terus. Mungkin jiwa muda yang tak sabaran ini belum bisa mengontrol dengan baik si jantung memompakan darah ke seluruh tubuh. 
Ah.. 2015.... menjelang seperempat abad hidup di dunia. Semoga hidup ini bisa bermanfaat bagi sekitar. Semoga Indonesia menjadi lebih baik dengan pemimpin-pemimpin yang amanah. Semoga mimpi-mimpiku satu demi satu terwujud. 
Semoga...........ah sudahlah kita tunggu 1 purnama lagi >,<


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~<>~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Penjelasan: Postingan di atas adalah saat-saat berdebar menanti Certificate of Eligible (CoE) untuk berangkat ke Jepang, mimpi yang kurang lebih 8 tahun tertunda. Sekarang, sudah 5 tahun kemudian dari postingan tersebut dan saya masih di Jepang ^^. Alhamdulillah 

Wednesday, March 12, 2014

Kemarilah, Maka Kuceritakan Tentang Jepang

Datanglah kemari, maka akan kuceritakan engkau tentang Jepang. Nggaya... ke Jepang baru di mimpi doang mau cerita tentang jepang.
Tapi tak apa lah ya.... sumbernya dari si boss yang baru pulang dari Jepang. Sebenarnya ini cerita tahun lalu, tapi baru keinget sekarang buat diposting, lumayan untuk rame-ramein blog.
Yaap... dimulai dari mendengar cerita-cerita tentang negeri sakura dulu, nanti seiring berjalannya waktu pasti semakin mendekat menuju ke sana beneran #someday.
Waktu cerita-cerita itu ada beberapa poin yang baru kuketahui tentang Jepang. Ini aku buatkan beberapa listnya. Entah bener atau salah pada kenyataannya, yang sudah pernah ke Jepang, silakan dikoreksi :D

1. Beli tanah di Jepang terbatas
Katanya, orang Jepang jarang yang punya sertifikat tanah, kebanyakan cuma sewa-sewa apartemen atau ngontrak. Katanya memang ada regulasi yang sangat ketat untuk masalah jual beli tanah. Sebenarnya aku belum menemukan informasi ini waktu googling, jadi entah bener atau salah atau kurang tepat, who knows 

2. Taksi di Tokyo mehong gila