Sunday, September 28, 2014

Melu Payu RUU Pilkada

ASSALAMU'ALAYKUM WARAHMATULLAH WABARAKATUH

Kemarin rekan kerja ngomel-ngomel tentang RUU Pilkada yang baru saja disahkan. Pas buka FB, eh ternyata eh ternyata rame pula teman-teman FB ngomentari RUU Pilkada. Rupanya si RUU Pilkada sedang jadi Primadona. Mau ikut mengutarakan pendapat tapi terlalu panjang kalau ditulis di status, jadi coba deh aku share di sini.
Menurut hemat saya (kali ini pake 'saya' biar lebih formal :)) baik pilkada langsung maupun tak langsung masing-masing punya sisi positif dan negatifnya. Tergantung mau dari sudut pandang mana kita melihatnya. Sebagai warga negara yang ikut andil dalam proses perkembangan Indonesia, saya juga punya kecondongan tentang setuju atau tidak setuju tentang RUU Pilkada ini.
Berikut ini saya coba sedikit mengutarakan pendapat tentang Pilkada Langsung vs Pilkada Tak Langsung. Namun ini hanyalah pendapat saya pribadi berdasarkan pengetahuan seadanya yang notabene kurang begitu paham dengan lika liku dunia politik, hukum-hukum apalagi pasal-pasal yang saat ini diberlakukan. Jadi mohon maaf jika ada yang tidak berkenan dengan pendapat saya karena keterbatasan ilmu pengetahuan dan keterbatasan dalam cara menyampaikan pendapat. 
Jika ada perbedaan pendapat, monggo silakan saja diutarakan tapi mohon menggunakan bahasa yang tidak memancing perseteruan. Meski beda, tetap jaga persatuan yak ;)

Pilkada Langsung 

Thursday, September 18, 2014

OwnCloud - Sinkron & Bagikan Filemu Sesuka Hati

Sering pakai google drive? DropBox? Atau layanan 'awan' lainnya? Iyes, ownClound fungsinya sama persis seperti google drive maupun DropBox bedanya kalau ownCloud ini benar-benar free dan open source. Jadi bisa diinstal di server sendiri tanpa batas (kecuali batasan space hardisk yang dimiliki ya) tanpa dikenakan biaya alias geratis tis.... 
ownCloud juga bisa diakses dari berbagai platform. Bisa di desktop (windows, mac, linux), web, maupun mobile (iOS, Andorid). Yang desktop selain bisa di windows juga bisa di linux cyin.. ini ni yang aku suka, secaraaa google drive ga support buat desktop linux atau mungkin karena akunya aja yang ga bisa ngoprek
Yang punya usaha sendiri pengen lebih private bagi-bagi file tanpa bayar-bayar, cocok ni pake ownCloud. Langsung aja download ke sini tinggal pilih mau pakai platform yang mana.
Di sini aku sudah berhasil install di OwnCloud client di Trusty Tahr baruku *ciee yang habis install ulang...
Saran aja ni kalau mau install yang versi desktopnya, buat foldernya jangan di drive system, biar ga ilang kalau sewaktu-waktu install ulang. Eh emang ngefek ga sih? kayaknya sih kalau foldernya ga keformat waktu install ulang ga perlu sinkronisasi lagi. kayaknya lho ya... kalau pengen tahu ya coba aja sendiri :D

Oke cuma mau share itu dulu. Happy cloud-ing ^_^

PS: Kalau mau tau review DropBox vs ownCloud, bisa baca-baca di sini.

Sunday, September 7, 2014

Dari Me Time Hingga Museum Affandi

The most private 'me time' location :D
Bingung mau kasih judul apa. Setelah sekian lama tidak menyambangi  si blog dengan alasan sok sibuk, akhirnya this time is 'me time'. Ya, me time kali ini adalah semedi di rumah seharian, cuman keluar buat sholat jamaah di mushola depan rumah. Selain itu asyik semedi, baca-baca blog orang dengan tanpa rasa bersalah melupakan sejenak si to-do-list. 
Ngomong-ngomong soal me time, menurutku me time adalah waktu sendiri untuk mendapatkan kedamaian diri sendiri. Tidak harus di tempat sepi, me time bisa didapat di ruang publik yang sangat ramai (kalau orangnya memang suka tempat ramai, hal ini bisa sangat mungkin). Me time adalah salah satu kebutuhan yang membuatku bahagia (ini efek habis baca bukunya Pak Eric Weiner tentang riset kebahagiaannya, jadi ngomongnya tentang kebahagiaan2 aja. ohoo). Me time pada sepertiga malam terakhir juga sangat bisa dan efektif membangkitkan kebagahagiaan, tapi agak susah untuk mendapatkan me time (lebih tepatnya me&God time) yang satu ini kalau belum terbiasa dan faktor maksiat masih mendominasi :-(.

Dari me time kemudian ngomongin tentang kebahagiaan (nah, mulai random), pada dasarnya aku bukan tipe manusia ansos yang alergi keramaian. Jika mood sedang pengen rame, ngobrol dengan teman pun cukup membuatku bahagia dan sepertinya hal ini paling sering kulakukan beberapa hari ini sehingga aku jadi semacam kehabisan cerita untuk ngeblog #alessan, karena semua rasanya sudah kuceritakan dari teman satu ke teman lain dengan mode repitition. Pengulangan :D.

But this time is me time, so I have plenty of time to write some posts #siulsiul

Seperti janjiku kepada diriku sendiri yang kusebutkan pada postingan bulan lalu, aku pengen share tentang jalan-jalanku, diantaranya jalan-jalan ke museum Affandi beberapa bulan yang lalu. Yup, jalan-jalan ke museum memang menyenangkan karena selain bisa membangkitkan jiwa seni kita, jalan-jalan ke museum bisa dibilang murah meriah. Ufufufu...

Wednesday, August 20, 2014

Refleksi Off 2 bulan

2 bulan sudah tidak menyambangi ini blog. Sebenarnya ada banyak hal yang pengen kutulis dan share, tapi apa daya pengen hanya berwujud pengen. Hust intentions but no action. Tapi kali ini di sela pekerjaan kantor sambil nunggu loading, tiba-tiba muncul si-mood ngeblog. Tulis-tulis sedikit hal tentang 2 bulan ini dah, karena sayang (bagiku) untuk sekedarkan dilupakan begitu saja. Meskipun tidak wow dan penting. Tentang target Romadhon, pola makan baru, geocaching-an bareng hana kyo banchan, obat baru, hingga formula baru. Duh, kok yang kuingat cuma itu ya? Nah kaan.... padahal sebenarnya ada banyak momen hidup yang bisa dijadikan pelajaran, minimal untuk bekal bercerita ke anak cucu kelak. ohohoho "Oma dulu Cu......bla bla bla" yah cem tu laa *sok logat melayu

Cerita-cerita Ramadhan kemarin, alhamdulillah aku merasa benar-benar puasa. Puasa nonton, puasa baca-baca yang penting, mengurangi jam tidur.... pokoknya berusaha puasa dari hal-hal GeJe yang biasa kulakukan di hari-hari biasa. Alhamdulillah i'tikaf tahun ini secara kuantitas dan kasat mata lebih baik dari tahun ini, semoga secara kualitas juga lebih baik di mata Alloh. Aamiin ya Rabb...
Dan tiba-tiba Ramadhan sudah berakhir aja dengan banyak target yang masih bolong di sana-sini T_T. Semoga kita dipertemukan lagi di Ramadhan tahun depan...aamiin....

Oh iya, menjelang Ramadhan kemarin ada pengajian di Kantor. Salah satu kesimpulan yang aku inget dari pembicara waktu itu adalah, Baik itu tidak cuma di Ramadhan, sudah seharusnya Ramadhan itu sebagai madrasah kita untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi pasca Ramadhan. Jadi salah satu paramater sukses Ramadhan adalah terjaganya amalan-amalan kebaikan yang terus dilakukan pasca Ramadhan.
So, PR pasca Ramadhan belum selesai kawan..... Masih tetap harus tetap terjaga ba'da subuh *tampar muka
Berikutnya aku pengen cerita jalan-jalanku di (ehm) museum Affandi yang kita kunjungi tempo doeloe sejak kyo belum punya hape pinter sampai sekarang hapenya sudah sangat canggih belum juga aku kober mencacatkan pengalaman pernak-pernik di museum itu. Semoga ga lupa :D

Dan dan.. tanggal 1 Agustus 2014 lalu yang ber-geocaching ria yang ga sukses-sukses amat yang karena ada 1 cache yang tidak ditemukan dan 2 spot yang tak terjamah *kebanyakan yang

semoga moodnya masih oke untuk nulis *siul-siul

Thursday, June 26, 2014

Error Whatsapp - Restart Setiap Inizializing

Untuk kesekian kalinya WA ku bermasalah, tapi akhirnya alhamdulillah mission complete. Kupikir problem WA ini ditimbulkan dan hanya terjadi pada hape-hape cino macem punya saya ini, nampaknya tidak sepenuhnya kesalahan pordusen (ya iyalaaa).
Sebenarnya ada beberapa kasus problem WA yang pernah kualami, tapi yang ingat cuma 2 ini :
1. Low Disk Space yang disebabkan aktivitas WA terus meningkat dan memakan memory ujung-ujungnya si andro jadi sering restart. Yang kulakukan adalah : restart andro, buka WA kemudian hapus beberapa history chat (terurama chat dari group), kalau ga mau left dari group, clear conversation aja.
Kalau clear conversation masih tidak berhasil, terpaksanya clear data. Konsekuensinya kalau clear data, adalah harus initializing ulang, mulai dari mendaftarkan nomor WA.

2. Ada notifikasi pesan masuk tapi WA tidak bisa dibuka karena selalu stuck atau nyangkut di proses initializing kemudian malah reboot si Andronya. Clear data sudah ga mempan. Uninstall kemudian install ulang WA juga mental. Ganti nomer WA awalnya sukses, tapi kemudian gitu lagi. Akhirnya ketemu penyakitnya,

Friday, May 30, 2014

Antara Tuntutan, Kepentingan dan Keinginan

Seperti biasa, postingan ini isinya hanya sampah. Jadi jangan buang waktumu untuk membaca sampai bawah. Tapi kalau nekat, terserah deh, tanggung sendiri kalau bingung. Too random eh >_<

Masih ingat film peterpan yang dia tidak ingin jadi orang dewasa? Tentang ia yang ingin menjadi anak-anak selamanya. Aku curiga kisah Peterpan itu sebenarnya keinginan terpendam si pembuat cerita. Mungkin juga itu jeritan hati manusia yang sedang menginjak masa transisi menuju fase kehidupan yang penuh jalan bercabang. Setiap cabang yang dipilih menentukan arah mana ia selanjutnya dan parahnya tidak akan bisa kembali ke persimpangan awal mulai memilih.
Ih ngomongan apa sih ini. Ya pokoknya gitu lah. Hanya sedikit melihat ke perasaan si peterpan. Sepertinya aku sedikit paham kenapa peterpan ingin terus menjadi anak-anak. Kalau kata temannya teman -nah loh panjang sanadnya- di sebuah status jejaring sosial "Aku ingin menjadi anak kecil lagi, permasalah paling sulit yang dialami paling adalah PR matematika."

Monday, May 5, 2014

It Depend On Look

Kali ini lagi-lagi postingan ga jelas curahan hati. Ceritanya kemarin, untuk kesekian kalinya aku mampir ke sebuah toko gadget, kemudian si mas-mas tokonya bilang "kalau yang murah di sini mbak. Yang ini juga murah"

WHATSS!!!!! Bahkan aku belum bilang spek yang aku cari yang gimana.

Bayangkan jika Anda masuk ke toko dengan uang segepok berharap mendapatkan barang berkualitas bagus berapa pun haarganya tapi ketika baru melangkahkan kaki masuk ke toko dan setelah menjawab pertanyaan "cari apa mbak?" kemudian langsung diarahkan "Kalau yang murah sebelah sini mbak..." dan bahkan kita belum sempat menyebutkan spesifikasi yang kita butuhkan. Coba bagaimana perasaan Anda?

Pertama kali diperlakukan seperti itu di satu toko itu, akunya masih bisa biasa aja. Aku sih sadar diri mungkin penampilanku ga nampang punya duit banyak. Tapi untuk kunjungan kedua, ternyata masih juga seperti itu. Maka, keluar dari toko itu, saya putuskan untuk tidak membeli lagi ke sana. Selain karena tidak nyaman dengan pelayanannya, ternyata dengan service yang minus tersebut tidak sebanding dengan pengetahuan si penjaga toko tentang barang yang ia jual. Jadi ketika aku tanya bedanya barang A dan B apa, bedanya A dengan C apa kok bisa jauh banget harganya, cuma dijawab "emmm sama aja sih mbak, cuman beda harga. Kalau yang paling murah yang ini..." Padahal spesifikasinya memang beda jauuuuuh.... bisa-bisanya dibilang sama aja coba. Entah akunya yang terlalu sensi atau memang begitu kenyataannya, rasanya si masnya sering mengulang kata "murah". Memang tampangku ni tampang "murah"an tenan po ya ? Ya wis lah... sakkarepmu mas, yang penting aku dapat barang yang sesuai dengan kebutuhan. -_____-

Etika. Persoalannya di situ. Saran untuk petugas-petugas front line baik toko penjual barang atau jasa. Sebaiknya jangan terlalu yakin dalam melabeli pembeli dilihat dari tampilannya. 'pembeli berduit' dan 'pembeli tidak berduit'. Jangan salah lho, misalnya ada orang kampung datang ke showroom mobil, bisa jadi memang dia sudah ngantongi segepok uang CASH (no kredit) hasil panen belasan petak sawah buat beli mobil. Coba bandingkan dengan orang kota yang gayanya borju abis, ujung-ujungnya juga kredit. Dan kasus seperti itu tidak cuma satu atau dua.

Well, it may be depend on your look. May be you can get the better service by your better look. Pelajaran berharga buatku. Kalau dulu aku bangga-bangga aja dikira masih SMA, tapi setelah kupikir-pikir, mungkin selama ini aku dikira anak SMA (bahkan SMP) karena ketidakmampuanku menata penampilan =________________=

Pada akhirnya aku masih harus banyak belajar...