Thursday, August 13, 2015

Dari Halal Haram Hingga Nivea

Jujur saja sebelum ke Jepang aku tidak terlalu memperhatikan detail komposisi suatu produk baik makanan, kosmetik bahkan sabun mandi, dll. Mungkin karena tinggal di negara yang mayoritas penduduknya adalah Muslim (meskipun bukan di negera Islam), sudah merasa aman sehingga tak perlu nge-check detail komposisi. Padahal kalau dipikir-pikir ya, produk-produk kecantikan dan makanan-makanan instan itu tidak semua diproduksi oleh muslim yang sangat paham kaidah halal haram. Halal haram ini kaitannya tidak hanya pada bahan-bahan yang digunakan langsung tetapi proses dan material yang digunakan pun mempengaruhi status halal/haram produk tersebut. Terkait halal-haram ini aku pernah posting juga di sini.

Untuk produk roti-rotian misalnya, selain bahan-bahan yang jelas haram seperti rum, gliserin (perlu dicek dulu terbuat dari apa, tak jarang gliserin berasal dari lemak babi), shortening, dll, kuas yang digunakan untuk mengoles permukaan roti juga harus dicek. Kuas yang dipakai bisa sintesis bisa dari rambut hewan. Tim sertifikasi Halal MUI biasanya akan mengecek sampai detail-detail itu (mungkin karena banyak item yang harus dicek, sertifikasi MUI jadi mahal kali ya).

Itu baru contoh roti-rotian, hal yang sama juga perlu dicek pada produk lain termasuk produk kosmetik dan perawatan kulit. Awal-awal di Jepang perasaan 'aman' tadi seketika berubah jadi 'waspada'. Mulailah belajar mengecek setiap detail komposisi. Beberapa list produk yang sudah dicek saudara-saudara muslim kita di jepang bisa dilihat di facebokk Serijaya Indonesia.

Bakal Teknologi Masa Depan

5G diperkirakan release tahun 2020. Pada saat itu hampir semua teknologi dari semua aspek sosial baik dari aspek bisnis, energy, transportasi, pendidikan dan lain-lain saling terhubung dalam jaringan. Sehingga kebutuhan koneksi internet pada saat itu akan sangat padat (ultra-dense deployment)




Fokus teknologi 5G nantinya harus dapat menghubungkan tidak hanya broadband device tapi semua teknologi yang berhungan dengan semua aspek sosial “fully network connected society anytime anywhere”.  Selain itu teknologi 5G harus dapat mengatasi peningkatan lalu lintas data yang besar (support massive increasing of traffic)
Maka kebutuhan system/aplikasi pada masa itu setidaknya memenuhi syarat-syarat seperti berikut:
  • Very high data rates
  • Extremely low latency. 5G 66x lebih cepat dibandingkan 4G 
  • Ultra high reliability/availability system
  • Extremely low device cost application
  • Extremely low device energy consumption  
     



Thursday, August 6, 2015

AWGN (Additive White Gaussian Noise)

Setelah berkelana ke sana kemari berusaha ta'aruf dengan AWGN tapi masih bingung juga (aduh maaf ya agak telat mikirnya), akhirnya dapat juga penjelasan yang singkat jelas padat dan mencerahkan dari blog Pak Iqbal. Biar tidak lupa, saya izin mendokumentasikan juga di catatan suka-suka ini.

Jadi Noise AWGN merupakan noise yang pasti terjadi dalam jaringan nirkabel manapun, memiliki sifat-sifat additive, white, dan gaussian. 
Sifat additive artinya noise ini dijumlahkan dengan sinyal. 
Sifat white artinya noise tidak bergantung pada frekuensi operasi sistem dan memiliki rapat daya yang konstan. 
Sifat gaussian artinya besarnya tegangan noise memiliki rapat peluang terdistribusi gaussian.

Biasanya white noise dihasilkan dalam simulasi dengan fungsi rand, sedangkan Gaussian noise dihasilkan denganfungsi randn pada MATLAB.

AWGN ini adalah noise alami yang selalu ada di setiap perangkat. Jadi setiap perhitungan komunikasi yang melalui kanal harus ditambahkan AWGN.

Apakah kanal AWGN itu?

Friday, July 31, 2015

Menjelang Pernikahan

Tak banyak kutahu hal apa saja yang akan dihadapi menjelang pernikahan karena belum merasakan juga. hohoo..... Tapi sudah berkali-kali aku menyaksikan prosesi menjelang pernikahan mereka, adaaaa aja 'masalah'. Dan setiap masalah itu unik. Satu orang dengan orang lainnya berbeda dan tidak bisa dipukul rata dengan satu solusi.

Ada yang menjelang pernikahan oom nya tidak setuju padahal selama ini Oom-nya yang lebih berpengaruh dalam kehidupan keluarga orang tuanya (karena masalah ekonomi).
Ada yang ketika mengurus surat-surat pernikahan baru tahu ternyata dia anak di luar nikah (orang tuanya menikah dalam kondisi hamil) jadi secara agama nasabnya terputus sehingga ayah biologisnya tidak bisa jadi wali nikah. Jadi langusng wali hakim.
Ada yang menjelang pernikahan harus mencari-cari keberadaan ayah kandungnya karena ayah kandungnya sudah lama bercerai dengan ibunya.

Dan beberapa kisah lagi yang kadang membuatku tak habis pikir. Suatu hari aku pernah mendiskusikan hal ini kepada murobiah. Kata beliau, menjelang pernikahan memang selalu adaaa saja godaan dan masalah. Setan suka sekali mengganggu orang yang mau menikah biar tidak jadi. Karena itu disarankan agar jarak hari antara khitbah dan akad nikah tidak terlalu jauh. Karena di rentang waktu itu setan gencar sekali menggoda.

Hmm... Pelajaran hidup tersendiri buatku. Terutama belajar untuk memahami, belajar berempati, dan belajar untuk tidak mencampuri urusan jika tidak diminta. Ya, mengamati saja. Dan mendoakan tentunya. Mendoakan yang terbaik untuknya. Semoga berkah proses menuju pernikahan dan perjalanan pernikahannya.

Barakallahulaka wabaraka'alayka wa jama'a bainakuma fii khoyr....
Mudah-mudahan Alloh memberi kalian keberkahan dam melimpahkan atas kalian keberkahan

aamiin ya Rabbal'alaymiin....

Saturday, July 25, 2015

Yes, Only You

Nobody but You
Nothing else
No other I can rely on
But You
Stay awake
Only with You
Keep working
Submit on You
Strengthen
No one but You

Encourage me to always love You
They have their own business
So do I
Should be 

Just because
Only You understand

Nomi-shi, Ishikawa
Japan



Saturday, July 18, 2015

Sebuah Rasa - Eid Mubarrak 1436H/2015

ketika hanya sajadah terbentang bersamamu...
takbirmu begitu syahdu...
hanya kau dan Dia...
ya, hanya kau dan Dia...
Allahu akbar
Allahu akbar
laa illlaha illallahu allahu akbar
Allahu akbar
wa lillah ilham
Eid Mubarrak 1436H/2015
Taqabballahu minna wa minkum, 
shiyamana wa shiyamakum,


Ramadhan di Jepang Part 2 -- Why So Green???

Why you are so GREEN??

Senyumku mengembang ketika salah seorang dari Vietnamese yang kutemukan di bandara komatsu dulu (sejarah 'penemuan' itu ada di [Nyampah Online] - Menjemput Sakura I ) bertanya. Seperti cuap-cuapku di Ramadhan di Jepang sebelumnya, ramadhan-ku kali ini berbeda. Selain tempat dan kemauan lebih disiplin terhadap target, jauh-jauh hari sebelumnya aku juga sudah berencana untuk membuat 'sensasi'.

Ramadhan di lab kami nampaknya tidak terlalu asing. Sensei sudah paham betul kewajiban kami, muslim, berpuasa di bulan ramadhan karena mungkin efek asisten profesor yang mendampinginya bertahun-tahun adalah seorang muslim. Bahkan sejak beberapa hari menjelang ramadhan sensei sudah mewanti-wanti mahasiswanya tentang persiapan ramadhan ini. Maksudnya mewanti-wanti tentunya masih seputar pekerjaan, riset, conference, riset, conference, riset, conference. Kekhawatirannya tentu tak jauh-jauh dari 'performa' dan hasil riset kami #fiuh 
Tentang kekhawatiran ini aku juga punya pengalaman tersendiri. Aku sampai dua kali dipanggil gegara sempat ada jadwal seminarku di bulan ramadhan. Intinya adalah memastikan kalau aku tahu aku bisa membatalkan puasa sebelum pingsan karena selama seminar nanti pasti sangat menguras energi.