Monday, October 13, 2014

That's Why You Need Quality Assurance

hohooooo and then I found the answer from Quora but sorry I forget from whom :D

  1. They are not afraid of destructive testing. Developers subconsciously avoid negative scenario testing. If you use an application a specific way, you'll hear them exclaim: "You're not supposed to do that!"
  2. They find hidden defects. Developers in high stress situations may often not reveal low-probability error scenarios, thinking "I'll fix this next time. No one will notice it anyway."
  3. They have greater discipline for defect tracking, prioritization and reporting. Developers are generally averse to documentation, though there are always a lot of exceptions. They tend to hold a lot of defect information in their head. "Oh I already know that one. Johnny and I discussed it and we figured we'll fix it in the patch next month." "Is it being tracked?" "Its already fixed in the branch. So its not a problem."
  4. They don't tire of regression - it's their job. Developers are bored of regression testing. If they are sure a change won't impact a related function logically, they don't test it. Its pointless and boring. QA staff does not take such risks and defects do emerge - we are human after all and cannot think of every scenario.
  5. A dedicated, restricted QA environment enforces deployment discipline, so you have fewer surprises during go-live. Developers have a tendency to tinker with code and databases ad-hoc on every environment they have control over.
  6. Products usually start with great design and usability, but then reality creeps in as some features are too complex, others are just not feasible as designed, competing products introduce a hot new feature, or somebody just got a killer feature idea. Both product managers and developers are up to their ears with minute decisions and changes every day and it is easy to lose sight of the overall experience. QA plays a vital role as a check point to ensure the product remains usable through all this.
  7. There is specialized QA staff for performance testing, vulnerability testing, accessibility testing, etc. and they are much more effective and efficient at these than developers.
  8. Product managers and end-users are not as effective as dedicated QA staff. They have their own day jobs.
lol, I think who worked in this enviroment really understand >_<


Sunday, October 12, 2014

Today's Lyrics - Cantik cantik

Beberapa hari lalu pas streaming radio ada lagu lucu, tapi ga tahu judulnya, apalagi penyanyinya. lucu gimana? ya pokok'e lucu #caseClose

Nah, tadi pas buka youtube ada thumbnail video yang (kayaknya) lucu dan ternyata merupakan video dari lagu lucu yang beberapa hari lalu kudengar *nah loh pie kui bahasane -_-

Penyanyinya Meghan Trainor yang beberapa waktu ini lagu-lagunya nge-hits di youtube. Lagu yang kudengar di radio itu judulnya All About That Bass--aransemennya menurutku lucu--yang berisi pesan kepada para wanita (dan penyanyinya sendiri) bahwa berat badan yang selama ini jadi 'masalah' bagi beberapa wanita sebenarnya bukan masalah. Pesan moralnya menurutku cukup dalem mengingat tren wanita berlomba-lomba untuk tampil cantik dengan definisi tinggi semampai, ramping, dan putih. Ngomong-ngomong tinggi, ramping, putih mah bukannya ciri-ciri mbak kunti yak *krik krik.

Tak jarang untuk bisa tampil cantik, seorang wanita harus merogoh kantong dalam-dalam. Bahkan ada yang pakai berbagai shortcut seperti oprasi plastik misalnya.

Habis buka youtube trus pas buka facebook *uripku kok koyone mung fb karo yutupan tok sih -__-
Nah, ada temen share ini
:: Jangan Puji Anak Perempuan Cantik ::
Ada sebuah kisah menarik yang dituangkan Lisa Bloom, pengarang ‘Think: Straight Talk for Women to Stay Smart in a Dumbed-Down World’. Menurutnya, anak perempuan sekarang bertumbuh dengan keinginan besar untuk tampil cantik, daripada tampil pintar. Mereka lebih khawatir kalau mereka tampak gemuk dan jelek.
Dalam bukunya, ia menunjukkan bahwa 15-18% anak perempuan di bawah dua belas tahun saat ini sudah memakai maskara, eyeliner dan lipstik. Kepercayaan diri anak perempuan menurun kalau tidak merasa cantik. Hampir 25% remaja perempuan akan merasa bangga menang America's Next Top Model daripada memikirkan untuk memenangi Nobel.

Sunday, September 28, 2014

Melu Payu RUU Pilkada

ASSALAMU'ALAYKUM WARAHMATULLAH WABARAKATUH

Kemarin rekan kerja ngomel-ngomel tentang RUU Pilkada yang baru saja disahkan. Pas buka FB, eh ternyata eh ternyata rame pula teman-teman FB ngomentari RUU Pilkada. Rupanya si RUU Pilkada sedang jadi Primadona. Mau ikut mengutarakan pendapat tapi terlalu panjang kalau ditulis di status, jadi coba deh aku share di sini.
Menurut hemat saya (kali ini pake 'saya' biar lebih formal :)) baik pilkada langsung maupun tak langsung masing-masing punya sisi positif dan negatifnya. Tergantung mau dari sudut pandang mana kita melihatnya. Sebagai warga negara yang ikut andil dalam proses perkembangan Indonesia, saya juga punya kecondongan tentang setuju atau tidak setuju tentang RUU Pilkada ini.
Berikut ini saya coba sedikit mengutarakan pendapat tentang Pilkada Langsung vs Pilkada Tak Langsung. Namun ini hanyalah pendapat saya pribadi berdasarkan pengetahuan seadanya yang notabene kurang begitu paham dengan lika liku dunia politik, hukum-hukum apalagi pasal-pasal yang saat ini diberlakukan. Jadi mohon maaf jika ada yang tidak berkenan dengan pendapat saya karena keterbatasan ilmu pengetahuan dan keterbatasan dalam cara menyampaikan pendapat. 
Jika ada perbedaan pendapat, monggo silakan saja diutarakan tapi mohon menggunakan bahasa yang tidak memancing perseteruan. Meski beda, tetap jaga persatuan yak ;)

Pilkada Langsung 

Thursday, September 18, 2014

OwnCloud - Sinkron & Bagikan Filemu Sesuka Hati

Sering pakai google drive? DropBox? Atau layanan 'awan' lainnya? Iyes, ownClound fungsinya sama persis seperti google drive maupun DropBox bedanya kalau ownCloud ini benar-benar free dan open source. Jadi bisa diinstal di server sendiri tanpa batas (kecuali batasan space hardisk yang dimiliki ya) tanpa dikenakan biaya alias geratis tis.... 
ownCloud juga bisa diakses dari berbagai platform. Bisa di desktop (windows, mac, linux), web, maupun mobile (iOS, Andorid). Yang desktop selain bisa di windows juga bisa di linux cyin.. ini ni yang aku suka, secaraaa google drive ga support buat desktop linux atau mungkin karena akunya aja yang ga bisa ngoprek
Yang punya usaha sendiri pengen lebih private bagi-bagi file tanpa bayar-bayar, cocok ni pake ownCloud. Langsung aja download ke sini tinggal pilih mau pakai platform yang mana.
Di sini aku sudah berhasil install di OwnCloud client di Trusty Tahr baruku *ciee yang habis install ulang...
Saran aja ni kalau mau install yang versi desktopnya, buat foldernya jangan di drive system, biar ga ilang kalau sewaktu-waktu install ulang. Eh emang ngefek ga sih? kayaknya sih kalau foldernya ga keformat waktu install ulang ga perlu sinkronisasi lagi. kayaknya lho ya... kalau pengen tahu ya coba aja sendiri :D

Oke cuma mau share itu dulu. Happy cloud-ing ^_^

PS: Kalau mau tau review DropBox vs ownCloud, bisa baca-baca di sini.

Sunday, September 7, 2014

Dari Me Time Hingga Museum Affandi

The most private 'me time' location :D
Bingung mau kasih judul apa. Setelah sekian lama tidak menyambangi  si blog dengan alasan sok sibuk, akhirnya this time is 'me time'. Ya, me time kali ini adalah semedi di rumah seharian, cuman keluar buat sholat jamaah di mushola depan rumah. Selain itu asyik semedi, baca-baca blog orang dengan tanpa rasa bersalah melupakan sejenak si to-do-list. 
Ngomong-ngomong soal me time, menurutku me time adalah waktu sendiri untuk mendapatkan kedamaian diri sendiri. Tidak harus di tempat sepi, me time bisa didapat di ruang publik yang sangat ramai (kalau orangnya memang suka tempat ramai, hal ini bisa sangat mungkin). Me time adalah salah satu kebutuhan yang membuatku bahagia (ini efek habis baca bukunya Pak Eric Weiner tentang riset kebahagiaannya, jadi ngomongnya tentang kebahagiaan2 aja. ohoo). Me time pada sepertiga malam terakhir juga sangat bisa dan efektif membangkitkan kebagahagiaan, tapi agak susah untuk mendapatkan me time (lebih tepatnya me&God time) yang satu ini kalau belum terbiasa dan faktor maksiat masih mendominasi :-(.

Dari me time kemudian ngomongin tentang kebahagiaan (nah, mulai random), pada dasarnya aku bukan tipe manusia ansos yang alergi keramaian. Jika mood sedang pengen rame, ngobrol dengan teman pun cukup membuatku bahagia dan sepertinya hal ini paling sering kulakukan beberapa hari ini sehingga aku jadi semacam kehabisan cerita untuk ngeblog #alessan, karena semua rasanya sudah kuceritakan dari teman satu ke teman lain dengan mode repitition. Pengulangan :D.

But this time is me time, so I have plenty of time to write some posts #siulsiul

Seperti janjiku kepada diriku sendiri yang kusebutkan pada postingan bulan lalu, aku pengen share tentang jalan-jalanku, diantaranya jalan-jalan ke museum Affandi beberapa bulan yang lalu. Yup, jalan-jalan ke museum memang menyenangkan karena selain bisa membangkitkan jiwa seni kita, jalan-jalan ke museum bisa dibilang murah meriah. Ufufufu...

Wednesday, August 20, 2014

Refleksi Off 2 bulan

2 bulan sudah tidak menyambangi ini blog. Sebenarnya ada banyak hal yang pengen kutulis dan share, tapi apa daya pengen hanya berwujud pengen. Hust intentions but no action. Tapi kali ini di sela pekerjaan kantor sambil nunggu loading, tiba-tiba muncul si-mood ngeblog. Tulis-tulis sedikit hal tentang 2 bulan ini dah, karena sayang (bagiku) untuk sekedarkan dilupakan begitu saja. Meskipun tidak wow dan penting. Tentang target Romadhon, pola makan baru, geocaching-an bareng hana kyo banchan, obat baru, hingga formula baru. Duh, kok yang kuingat cuma itu ya? Nah kaan.... padahal sebenarnya ada banyak momen hidup yang bisa dijadikan pelajaran, minimal untuk bekal bercerita ke anak cucu kelak. ohohoho "Oma dulu Cu......bla bla bla" yah cem tu laa *sok logat melayu

Cerita-cerita Ramadhan kemarin, alhamdulillah aku merasa benar-benar puasa. Puasa nonton, puasa baca-baca yang penting, mengurangi jam tidur.... pokoknya berusaha puasa dari hal-hal GeJe yang biasa kulakukan di hari-hari biasa. Alhamdulillah i'tikaf tahun ini secara kuantitas dan kasat mata lebih baik dari tahun ini, semoga secara kualitas juga lebih baik di mata Alloh. Aamiin ya Rabb...
Dan tiba-tiba Ramadhan sudah berakhir aja dengan banyak target yang masih bolong di sana-sini T_T. Semoga kita dipertemukan lagi di Ramadhan tahun depan...aamiin....

Oh iya, menjelang Ramadhan kemarin ada pengajian di Kantor. Salah satu kesimpulan yang aku inget dari pembicara waktu itu adalah, Baik itu tidak cuma di Ramadhan, sudah seharusnya Ramadhan itu sebagai madrasah kita untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi pasca Ramadhan. Jadi salah satu paramater sukses Ramadhan adalah terjaganya amalan-amalan kebaikan yang terus dilakukan pasca Ramadhan.
So, PR pasca Ramadhan belum selesai kawan..... Masih tetap harus tetap terjaga ba'da subuh *tampar muka
Berikutnya aku pengen cerita jalan-jalanku di (ehm) museum Affandi yang kita kunjungi tempo doeloe sejak kyo belum punya hape pinter sampai sekarang hapenya sudah sangat canggih belum juga aku kober mencacatkan pengalaman pernak-pernik di museum itu. Semoga ga lupa :D

Dan dan.. tanggal 1 Agustus 2014 lalu yang ber-geocaching ria yang ga sukses-sukses amat yang karena ada 1 cache yang tidak ditemukan dan 2 spot yang tak terjamah *kebanyakan yang

semoga moodnya masih oke untuk nulis *siul-siul

Thursday, June 26, 2014

Error Whatsapp - Restart Setiap Inizializing

Untuk kesekian kalinya WA ku bermasalah, tapi akhirnya alhamdulillah mission complete. Kupikir problem WA ini ditimbulkan dan hanya terjadi pada hape-hape cino macem punya saya ini, nampaknya tidak sepenuhnya kesalahan pordusen (ya iyalaaa).
Sebenarnya ada beberapa kasus problem WA yang pernah kualami, tapi yang ingat cuma 2 ini :
1. Low Disk Space yang disebabkan aktivitas WA terus meningkat dan memakan memory ujung-ujungnya si andro jadi sering restart. Yang kulakukan adalah : restart andro, buka WA kemudian hapus beberapa history chat (terurama chat dari group), kalau ga mau left dari group, clear conversation aja.
Kalau clear conversation masih tidak berhasil, terpaksanya clear data. Konsekuensinya kalau clear data, adalah harus initializing ulang, mulai dari mendaftarkan nomor WA.

2. Ada notifikasi pesan masuk tapi WA tidak bisa dibuka karena selalu stuck atau nyangkut di proses initializing kemudian malah reboot si Andronya. Clear data sudah ga mempan. Uninstall kemudian install ulang WA juga mental. Ganti nomer WA awalnya sukses, tapi kemudian gitu lagi. Akhirnya ketemu penyakitnya,