 |
| The most private 'me time' location :D |
Bingung mau kasih judul apa. Setelah sekian lama tidak menyambangi si blog dengan alasan sok sibuk, akhirnya
this time is 'me time'. Ya,
me time kali ini adalah semedi di rumah seharian, cuman keluar buat sholat jamaah di mushola depan rumah. Selain itu asyik semedi, baca-baca blog orang dengan tanpa rasa bersalah melupakan sejenak si
to-do-list.
Ngomong-ngomong soal
me time, menurutku
me time adalah waktu sendiri untuk mendapatkan kedamaian diri sendiri. Tidak harus di tempat sepi,
me time bisa didapat di ruang publik yang sangat ramai (kalau orangnya memang suka tempat ramai, hal ini bisa sangat mungkin).
Me time adalah salah satu kebutuhan yang membuatku bahagia (ini efek habis baca bukunya Pak Eric Weiner tentang riset kebahagiaannya, jadi ngomongnya tentang kebahagiaan2 aja. ohoo).
Me time pada sepertiga malam terakhir juga sangat bisa dan efektif membangkitkan kebagahagiaan, tapi agak susah untuk mendapatkan
me time (lebih tepatnya me&God time) yang satu ini kalau belum terbiasa dan faktor maksiat masih mendominasi :-(.
Dari
me time kemudian ngomongin tentang kebahagiaan (nah, mulai random), pada dasarnya aku bukan tipe manusia ansos yang alergi keramaian. Jika mood sedang pengen rame, ngobrol dengan teman pun cukup membuatku bahagia dan sepertinya hal ini paling sering kulakukan beberapa hari ini sehingga aku jadi semacam kehabisan cerita untuk ngeblog
#alessan, karena semua
rasanya sudah kuceritakan dari teman satu ke teman lain dengan mode
repitition. Pengulangan :D.
But this time is me time,
so I have plenty of time to write some posts #siulsiul
Seperti janjiku
kepada diriku sendiri yang kusebutkan pada postingan bulan lalu, aku pengen share tentang jalan-jalanku, diantaranya jalan-jalan ke museum Affandi beberapa bulan yang lalu. Yup, jalan-jalan ke museum memang menyenangkan karena selain bisa membangkitkan jiwa seni kita, jalan-jalan ke museum bisa dibilang murah meriah.
Ufufufu...