Saturday, December 31, 2016

Simple Banana Cake


My 4th attempt banana cake ^_^


Ingredients:

Flour                       : 90 gr
Baking Powder       : ¼ tsp
Baking Soda           : ¼ tsp + half of ¼ tsp
Sugar                      : 90 gr
Salt                         : ¼ tsp
Vegetable oil or butter : 85 gr
Egg                        : 1
Meshed banana      : 100 gr
Milk                       : 50 gr 


Directions:
  1.  Preheat oven to 175 degree C for around 15 minutes.
  2. Mix flour, baking powder, baking soda, sugar, and salt in a bowl (1st bowl).
  3. Mix egg, oil or butter (melted butter in advance before mix it), meshed banana, milk in a bigger bowl (2nd bowl).
  4. Using a filter, pour the ingredients in the 1st bowl to the 2nd bowl and stir until all mixed together almost like a dough (very watery dough).
  5. Pour the batter into the prepared pans. Put cake paper on the bottom of the pan to ease the cake from the pan.
  6. Bake for 45 minutes. Remove from oven and slice it when it is cooler.



PS: Big thanks to Tan for teach me this. I a ready for the next lesson, sensei :-*


Tuesday, December 20, 2016

Ini Tentang Cinta


Bagaimana perasaanmu kalau yang kita cintai dihina? Oke, mungkin tidak sampai dihina, tapi dinyinyir?

Marah? Sakit hati? Tentu! Itu yang aku rasakan. Namun bagaimana jika yang membuatmu sakit hati itu adalah orang yang kamu sayangi pula? Bagiku, itu lebih menyakitkan. Sakiiiiit. Sungguh. Mau marah? Tapi bagaimana caranya? Marahmu ke dia mungkin bahkan akan memperkeruh suasana. Mengumpat-ngumpat? Memangnya itu menyelesaikan masalah?
Diam saja? Tapi sakitnya tak terperi!!!
Bingung! Bagaimana cara kita membela yang kita cintai itu? Yang kita cintai di atas segala-segalanya yang ada di bumi ini.

Aku tidak rela ya Allah...... Sungguh tak rela agamaku di hina. Sungguh ku tak tahu bagaimana caraku ikut membela agama ini. Aku tak mau seperti mereka yang menyinyir, aku tak mau seperti mereka yang membabi buta membaca cap Islam untuk hal-hal yang buruk. Sungguh, Ya Allah, aku tak rela! Tapi apa yang bisa kulakukan?

Pernyataan berikutnya, bagaimana bisa yang kita cintai tadi dinyinyir, dijelek-jelekkan, dituduh yang tidak-tidak, atau bahkan difitnah? Aku tak bisa sepenuhnya menyalahkan orang yang menyinyir agamaku karena orang yang mengaku mencintainya pun melakukan hal yang sama bahkan kadang lebih buruk dari itu. ITU!!! Sungguh aku tak bisa menyalahkan keduanya. Dan memang bukan hakku untuk menyalahkan dan menyinyir pendapat orang. Sungguh kadang godaan untuk "membela" yang kucinta tersebut sangat menggiurkan. Tapi berusaha sekuat tenaga kutahan. Sebagai gantinya, nyampah di blog :P

Habis mau bagaimana lagi caraku meluapkan marahku?
Yang paling kubisa untuk membela yang kucintai hanyalah dengan berusaha berlaku seperti aturan yang telah Dia tetapkan, meskipun dalam praktiknya banyak cacat.
Rasanya sakit hati melihat orang saling nyinyir hanya karena perbedaan pendapat.

Tapi di sini aku relatif lebih aman. Orang lebih menerima perbedaan meskipun kadang memang harus menahan segala emosi jika ada perbedaan pendapat yang menyinggung masalah prinsip. Sebagai orang yang percaya adanya Allah, jujur, rasanya sakit hati ketika diskusi dengan orang atheis, agnostik, rasionalis atau apalah namanya. Tapi berdebat memang bukan kapasitasku. Sehingga diam dan menelan rasa sakit lah sikap yang kupilih sambil terus berusaha teguh menunjukkan akhlaq Islami. Semoga mereka nanti paham.

Ya, ini lah caraku membela agamaku. Sungguh tak niatan aku menyinggung orang lain, kalaupun ada yang berbeda pendapat, silakan. Untukmu agamamu, untukku agamaku. Tapi kalau lah kau sudah keterlaluan, dan ada seruah untuk melawan, maka aku pun siap untuk berada dalam barisan. Tapi sekali lagi, sungguh tak ada niatanku untuk merusak hubungan silaturahim apapun. Aku akan berusaha menahan diri dari itu, semampuku. Semoga mereka pun paham, dan berusaha menahan diri.
Daripada sibuk dengan perbedaan, bukankah sebaiknya kita sibuk dengan kesamaan?





Saturday, December 17, 2016

Run!

Shinagawa, Tokyo, Japan

Run Run Run!
Someone shout out loud
Run!
But I am too tired to run
and I got lost
No one see 

Run!
But I still can hear that voice
Run! Run!
Where? Where should I run?
Run!
Where are you?
Who are you?

Could you please show your face?
Could you please tell me where you are?
No one see me
No one
Because there is no one
It's empty
Yes, there is no one
but you
but
who are you?
Run!


An escape poem from the assignments

Monday, November 21, 2016

Sekelumit cerita - Dari Research Student hingga BU

Banyak yang bertanya bagaimana bisa aku kuliah di Jepang. Pakai beasiswa apa? Kalau kuliah di Jepang harus bisa bahasa Jepang atau tidak, dan lain-lain. Sebenarnya sudah lama niat mau berbagi pengalaman tapi kok ya malesnya ga pergi-pergi. Tapi sudah ada janji dengan beberapa teman untuk share pengalaman komplit (terutama menyoal pembiayaan). Selain itu, ada juga janji dengan diri sendiri kalau dapat beasiswa mau nulis cerita perjalanannya. Tapi ini aku nulisnya asal aja ya. Asal mengalir dari hati tanpa gambar warna-warni dan atau hal-hal nyeni ala-ala blogger pada umumnya. Ndak. Jadi siap-siap bosen. Heheh.

Oke. Darimana sebaiknya kita mulai? Oh kita mulai saja dari pertanyaan Gimana cara bisa kuliah di Jepang? Karena itu pertanyaan yang paling sering muncul.

Gimana cara bisa kuliah di Jepang?
Sebenarnya ada banyak cara, yang paling umum (sepengetahuanku) adalah adanya kerjasama antar institusi misal antar universitas, dan/atau program-program PNS (terutama dosen dan peneliti). Kalau ada kerjasama dari institusi gitu sepertinya memang lebih gampang ya, informasinya bisa ditanyakan langsung ke institusinya. Biasanya ada beberapa program yang bisa diikuti. Tinggal ikuti persyaratannya, kalau rezeki, gampang lah insyaAllah.

Nah, gimana kalau kita ini dosen bukan, mahasiswa bukan (udah lulus maksudnya), kampus atau almamater mungkin baru ‘terdengar’ (lebih parah dari sekedar terakreditasi) sehingga ga ada kerjasama dengan kampus di luar negeri, cupu pula, ga punya duit pula, pinter juga enggak, IPK pas-pasan. Kalau memang begitu kondisinya, saran paling utama adalah kencengin deh doanya. Hehe…

Eh tapi serius. Itu ciri-cirinya mendekati kondisiku lho. Selain doa, asalkan ada usaha dan tawakkal yang sungguh-sungguh sehingga orang tua dan Allah ridho, inshaAllah bisa.

Nah, jadi kalau kita tidak terikat suatu institusi, maka kita harus kerja keras mencari jalur yang lain dan berusaha lebih keras. Berikut ini poin-poin yang mungkin bisa diusahakan (ga urut gapapa lho):

Saturday, October 15, 2016

Hijrahku bukan Mekah-Madinah

Lokasi: Wahana "Jaws" di Universal Studio Japan

Akhir-akhir ini sering mendengar kata hijrah. Kalau kita search tentang hijrah, pada dasarnya hijrah adalah perjalanan Rasulullah Muhammad sallallahu 'alayhi wasallam dari Mekah ke Yatsrib yang kemudian beliau ganti nama menjadi Madinah. Move on ini adalah titik balik setelah 13 tahun awal dakwah Rasulullah mengalami tantangan baik fisik maupun psikis dari masyarakat Mekah. Tidak seperti di Mekah, di Madinah Islam sangat diterima dan orang-orang memuliakan Rasulullah sebagai seorang Nabi dan Rasul dan teladan dalam setiap aspek kehidupan.
Seiring berjalannya waktu, entah sejak kapan, rasanya makna hijrah semakin luas. Entah benar atau tidak, sepertinya di Indonesia sekarang orang memaknai hijrah adalah segala macam move on. Umumnya dari move on dari yang tadinya jauh dari Islam ke yang lebih dekat dengan Islam. Yang tadinya tidak pakai jilbab, sekarang hijrah jadi pakai jilbab, rutin datang ke pengajian, lebih serius belajar Islam dan lain-lain. Secara fisik, bahkan pindah rumah pun orang bisa mengatakan itu hijrah. 
OK deh. Fix. Kalau gitu aku juga mau memaknai kepindahanku ke Jepang yang tujuan utamanya adalah melanjutkan studi sebagai hijrah juga.

Friday, August 26, 2016

Sang Mantan


Sang Mantan

💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟

Kala itu
Banyak orang datang dari benua biru
Awalnya kita pikir mereka tamu
Datang untuk membeli jamu
Jamu yang sangat laku
dijual di benua biru
Namun lama-lama mereka jemu
Hanya jadi pembeli melulu
Akhirnya nafsu menggebu
Tak hanya jamu yang mereka mau
Dan mereka pun datang menyerbu
Hingga tiga abad lebih berlalu
Nenek moyang kita ditipu!

Merdeka!
adalah cita-cita nenek moyang kita
Berbagai cara mereka lakukan
Dengan kelembutan maupun kekerasan
Jiwa raga nyawa bahkan keluarga dikorbankan
Demi sebuah asa kemerdekaan
Demi mengusir sang mantan 

Ah, kita memang terlalu cantik
Para mantan datang silih berganti
ada yang putih
ada pula yang kuning
Nenek moyang kita pun berganti 
Dari generasi ke generasi
Mewariskan semangat yang tak pernah mati
Hingga akhirnya datanglah yang dinanti
Proklamasi!

Tujuh belas Agustus
Tujuh puluh satu tahun yang lalu
Konon para mantan pergi berlalu
Meskipun awalnya tak semuanya mau
Tapi kita tak mau tahu
Karena kemerdekaan menjadi pemacu

Kini mereka sudah pergi
Para mantan sudah pulang kembali
Nenek moyang sudah berganti
Tinggalah kita sendiri
Merawat bumi pertiwi
Membuatnya tersenyum kembali

💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟

Shofi, di negri Sang Mantan
18 Agustus 2016
Didedikasikan untuk Indonesia Membaca dalam rangka 71th Indonesia

Wednesday, August 10, 2016

Your destiny is awaiting


I wanna announce it
But what for? 
I wanna everybody in this world know
But what for? 
I wanna get..... 
Again...  What for? 
Everything happens with a reason
Or some
5W 1H may always following each step you take
Is it easy to get it? 
To know the main means? 
Well, train yourself 
Believe yourself 
Ask your heart 
Hear it
Alloh has told you
Through your deepest heart 
Don't you hear it? 
It's telling you
Try to get you
Don't you ignore it? 
Keep on eye your road ahead
See your future still waiting for you
To be strong is what you need the most now

Let Alloh drive you 
Ask Him to make it for you
Alloh own everybody's heart
Ask Him to make it for him
Well, nothing imposible
Keep moving forward 
And give benefits to others
Your destiny is awaiting 

6-411, 03-08-2016