Friday, March 10, 2017

Ilusi Refleksi (2)

one night in JAIST 2017

Ilusi Refleksi (2)

Pintu itu semakin terbuka
di depanku
Entah si empunya sadar atau tidak
ia membukanya
untukku?
Mungkin iya
Mungkin tidak

Entah si empunya sadar atau tidak
ia membukanya
menampakkan pemandangan
yang tadinya samar-samar
kini tampak lebih jelas
jelas
di balik keindahan itu
kulihat ada yang sakit
tersembunyi di sudut sana
terlupakan

Monday, February 13, 2017

Béchamel Chicken Pasta



Ingredients: 
Red Sauce

  1. Chicken 280 gr
  2. Adequate water
  3. Short type of pasta (can be rotini, macaroni, or manicotti) 500 gr  
  4. Olive oil 2 or 3 drops 
  5. Adequate salt 
  6. Any vegetables (onion, pumpkin, paprika, broccoli, corn, ext.)
  7. Adequate vegetable oil
  8. Tomato sauce


White Sauce

Thursday, January 12, 2017

Ilusi Refleksi

Night Reflection at Kanazawa. 2016


Pintu itu tampak sedikit terbuka
Menampakkan keindahan di baliknya
Memang tak nampak semua
Tapi refleksi keindahan itu nampak

Pintu itu tampak berpendar
dari cahaya di baliknya
Semakin besar ia terbuka
semakin teranglah cahaya menyeruak

Ragu kaki ini melangkah
Diam tak bergerak 
Di depan pintu saja
Meski pemandangan di balik pintu sungguh menggoda
seolah melambai
Datanglah...

Masih terdiam, bungkam
Meski dorongan dari belakang begitu kuat
Kaki ini masih terdiam
Ragu apakah pintu itu benar-benar terbuka
Apakah pemandangan itu nyata?
Atau hanya lah sebuah refleksi?

Namun refleksi keindahan itu nampak
Ataulah ia hanya ilusi?
entahlah

Nomi 01122017
















Saturday, December 31, 2016

Simple Banana Cake


My 4th attempt banana cake ^_^


Ingredients:

Flour                       : 90 gr
Baking Powder       : ¼ tsp
Baking Soda           : ¼ tsp + half of ¼ tsp
Sugar                      : 90 gr
Salt                         : ¼ tsp
Vegetable oil or butter : 85 gr
Egg                        : 1
Meshed banana      : 100 gr
Milk                       : 50 gr 


Directions:
  1.  Preheat oven to 175 degree C for around 15 minutes.
  2. Mix flour, baking powder, baking soda, sugar, and salt in a bowl (1st bowl).
  3. Mix egg, oil or butter (melted butter in advance before mix it), meshed banana, milk in a bigger bowl (2nd bowl).
  4. Using a filter, pour the ingredients in the 1st bowl to the 2nd bowl and stir until all mixed together almost like a dough (very watery dough).
  5. Pour the batter into the prepared pans. Put cake paper on the bottom of the pan to ease the cake from the pan.
  6. Bake for 45 minutes. Remove from oven and slice it when it is cooler.



PS: Big thanks to Tan for teach me this. I a ready for the next lesson, sensei :-*


Tuesday, December 20, 2016

Ini Tentang Cinta

Bagaimana perasaanmu kalau yang kita cintai dihina? Oke, mungkin tidak sampai dihina, tapi dinyinyir?

Marah? Sakit hati? Tentu! Itu yang aku rasakan. Namun bagaimana jika yang membuatmu sakit hati itu adalah orang yang kamu sayangi pula? Bagiku, itu lebih menyakitkan. Sakiiiiit. Sungguh. Mau marah? Tapi bagaimana caranya? Marahmu ke dia mungkin bahkan akan memperkeruh suasana. Mengumpat-ngumpat? Memangnya itu menyelesaikan masalah?
Diam saja? Tapi sakitnya tak terperi!!!
Bingung! Bagaimana cara kita membela yang kita cintai itu? Yang kita cintai di atas segala-segalanya yang ada di bumi ini.

Aku tidak rela ya Allah...... Sungguh tak rela agamaku di hina. Sungguh ku tak tahu bagaimana caraku ikut membela agama ini. Aku tak mau seperti mereka yang menyinyir, aku tak mau seperti mereka yang membabi buta membaca cap Islam untuk hal-hal yang buruk. Sungguh, Ya Allah, aku tak rela! Tapi apa yang bisa kulakukan?

Pernyataan berikutnya, bagaimana bisa yang kita cintai tadi dinyinyir, dijelek-jelekkan, dituduh yang tidak-tidak, atau bahkan difitnah? Aku tak bisa sepenuhnya menyalahkan orang yang menyinyir agamaku karena orang yang mengaku mencintainya pun melakukan hal yang sama bahkan kadang lebih buruk dari itu. ITU!!! Sungguh aku tak bisa menyalahkan keduanya. Dan memang bukan hakku untuk menyalahkan dan menyinyir pendapat orang. Sungguh kadang godaan untuk "membela" yang kucinta tersebut sangat menggiurkan. Tapi berisaha sekuat tenaga kutahan. Sebagai gantinya, nyampah di blog :P

Habis mau bagaimana lagi caraku meluapkan marahku?
Yang paling kubisa untuk membela yang kucintai hanyalah dengan berusaha berlaku seperti aturan yang telah Dia tetapkan, meskipun dalam praktiknya banyak cacat.
Rasanya sakit hati melihat orang saling nyinyir hanya karena perbedaan pendapat.

Tapi di sini aku relatif lebih aman. Orang lebih menerima perbedaan meskipun kadang memang harus menahan segala emosi jika ada perbedaan pendapat yang menyinggung masalah prinsip. Sebagai orang yang percaya adanya Allah, jujur, rasanya sakit hati ketika diskusi dengan orang atheis, agnostik, rasionalis atau apalah namanya. Tapi berdebat memang bukan kapasitasku. Sehingga diam dan menelan rasa sakit lah sikap yang kupilih sambil terus berusaha teguh menunjukkan akhlaq Islami. Semoga mereka nanti paham.

Ya, ini lah caraku membela agamaku. Sungguh tak niatan aku menyinggung orang lain, kalaupun ada yang berbeda pendapat, silakan. Untukmu agamamu, untukku agamaku. Tapi kalau lah kau sudah keterlaluan, dan ada seruah untuk melawan, maka aku pun siap untuk berada dalam barisan. Tapi sekali lagi, sungguh tak ada niatanku untuk merusak hubungan silaturahim apapun. Aku akan berusaha menahan diri dari itu, semampuku. Semoga mereka pun paham, dan berusaha menahan diri.
Daripada sibuk dengan perbedaan, bukankah sebaiknya kita sibuk dengan kesamaan?





Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...