Tuesday, November 6, 2018

Convert Watt or mWatt to dB or dBm

This post is merely to remind me. So, I just copy paste from here.

But, first of all, here is the formula to convert dB to Watt

watts = 10^((dbm-30)/10)

Then, let's read the explation for corveting from Watt or mWatt to dB or dBm.


The dB Conversion block converts a linearly scaled power or amplitude input to dB or dBm. The reference power is 1 Watt for conversions to dB and 1 mWatt for conversions to dBm. The Input signal parameter specifies whether the input is a power signal or a voltage signal, and the Convert to parameter controls the scaling of the output. When selected, the Add eps to input to protect against “log(0) = -inf” parameter adds a value of eps to all power and voltage inputs. When this option is not enabled, zero-valued inputs produce -inf at the output.
The output is the same size as the input.

Power Inputs

Select Power as the Input signal parameter when the input, u, is a real, nonnegative, power signal (units of watts). When the Convert to parameter is set to dB, the block performs the dB conversion
y = 10*log10(u)      % Equivalent MATLAB code
When the Convert to parameter is set to dBm, the block performs the dBm conversion
y = 10*log10(u) + 30
The dBm conversion is equivalent to performing the dB operation after converting the input to milliwatts. 

Voltage Inputs

Select Amplitude as the Input signal parameter when the input, u, is a real voltage signal (units of volts). The block uses the scale factor specified in ohms by the Load resistance parameter, R, to convert the voltage input to units of power (watts) before converting to dB or dBm. 
When the Convert to parameter is set to dB, the block performs the dB conversion
y = 10*log10(abs(u)^2/R)
When the Convert to parameter is set to dBm, the block performs the dBm conversion
y = 10*log10(abs(u)^2/R) + 30
The dBm conversion is equivalent to performing the dB operation after converting the (abs(u)^2/R) result to milliwatts.

Parameters

Convert to
The logarithmic scaling to which the input is converted, dB or dBm. The reference power is 1 W for conversions to dB and 1 mW for conversions to dBm. Tunable(Simulink).
Input signal
The type of input signal, Power or Amplitude.
Load resistance
The scale factor used to convert voltage inputs to units of power. Tunable (Simulink).
Add eps to input to protect against “log(0) = -inf”
When selected, adds eps to all input values (power or voltage). Tunable (Simulink).

Supported Data Types

  • Double-precision floating point
  • Single-precision floating point

Tuesday, October 23, 2018

Cintaku Bukan Cintaku - Memoar Cinta Sang Jomblo

Gegara mbak-PM-yang-katanya-mau-nyusul-suaminya posting tentang cinta, aku jadi pengen nulis tentang kisah seorang wanita yang kita sebut saja namanya Mawar. Kok Mawar terus to? Lho ya ga pa pa. Kan suka-suka :P

Well, begini ceritanya

SMP 

"Mawar, kamu punyai doi?," tiba-tiba seorang kawan yang sama-sama masih ingusan melontarkan pertanyaan aneh kepada Mawar.

"Do'i?" tanya Mawar bingung. Waktu itu Mawar baru beberapa bulan mengganti langganan majalah Bobo-nya dengan tabloid remaja. Secaraaa sudah masuk SMP gitu, masak iya baca Bobo terus. Ada rasa pengen cepet dewasa ketika masuk SMP. Orang tuanya pun menyetujui meng-upgrade bacaan untuk buah hatinya. Gara-gara tabloid itu, Mawar merasa sudah menjadi anak paling gaul sekampung. Tapi nampaknya menjadi 'gaul' itu hanya di dalam angan Mawar saja. Terbukti ia masih terbengong-bengong mendapat pertanyaan itu. Berdasarkan informasi di tabloid remaja yang dibacanya, do'i itu semacam sinonim dari kata ganti dia. Lah terus, apa maksud pertanyaan tadi? Masak iya temannya tanya apa Mawar sudah punya 'dia'? Ini Mawar yang gagal paham atau kawannya yang salah dalam pengambilan diksi? Misteri.

"Iya.. do'i. Maksudnya pacar"

eee? paaacaaar??....makanan apa itu? #ngelapingus
Meskipun Mawar sudah merasa sangat gaul, tapi kata 'pacaran' masih sangat tabu di pikiran anak yang belum lama meninggalkan bangku SD itu. Maka sampai di rumah dia langsung heboh cerita kepada ibunya menceritakana kalau teman-temannya, beberapa orang, sudah punya pacar. Mawar bercerita kepada ibunya bukan karena pengen, tapi saking herannya. Mungkin itu yang disebut culture shock fase 1.

Sejak saat itu Mawar jadi punya ilmu baru. Pacaran. Ia pun mulai mengamati teman-temannya yang pacaran. Tidak ada yang menarik, masih terlalu kecil. Pikirnya waktu itu, ketika masih kecil (lebih kecil dari anak SMP maksudnya) kita selalu di bawah kontrol orang tua, trus nanti kalau sudah menikah, harus nurut sama suami. Makanya Mawar berniat tidak mau menyia-nyiakan masa mudanya mengikatkan diri pada siapa pun. Banyak hal lain yang lebih menarik yang ingin ia cicip. Hal-hal berbau 'kebebasan'..... Entah kebebasan apa yang dia maksud karena yang dia lakukan adalah main sepuasnya, gaya-gayaan naik motor ke sana kemari, dan mulai baca novel. Berawal dari 'serial cantik',

SMA

Mawar terlalu sibuk menikmati masa SMA nya bersama teman-teman. Main bareng, belajar bareng, makan bareng, ketawa bareng, berantem bareng, rapat sana rapat sini, liqo, ngaji di sana ngaji di sini, mabit sana mabit sini (tukang nginep maksudnya), ........ ah masa muda yang indah. Tanpa terasa masa 3 tahun pun hampir berlalu tanpa gejolak berarti.

Mulai Kuliah ++
Waktu kuliah pun Mawar masih sangat asyik dengan dunianya dengan teman-teman dan kesibukannya. Namun di awal kuliah ini ada satu makhluk yang entah mengapa kadang mengganggu mimpi indahnya. Awalnya ia tidak menyadari gangguan itu. Namun lama-lama ia mengenalinya, ternyata memang ada yang berbeda. Akhirnya ia berusaha menjaga (atau berusaha mengabaikan) rasa itu hingga kurang lebih 6 tahun lamanya terhitung sejak pertama ia bertemu dengan bayangan makhluk itu muncul hingga akhirnya ia menghilang dengan sendirinya karena suatu sebab.
Mawar bersyukur akhirnya merasa bebas dari bayangan itu. Untuk sementara Mawar bisa berkerja dengan tenang hingga ketenangan itu sampai pada titik bosan. Hingga bosan itu sudah bosan dengan bosannya sendiri sampai akhirnya Mawar menemukan gairah baru. Menjemput mimpi yang telah lama ia tunggu.

Kuliah Lagi
Setelah lepas dari bayangan itu bukannya makin terjaga tapi malah semakin jelalatan. Tempat kuliah yang baru sungguh terlalu banyak godaan mata. Dari Asia, Timur Tengah, sampai bule barat sekalipun nampak selalu saja ada yang terlalu indah untuk diabaikan. Sampai-sampai partner in crime Mawar berkali-kali menyebutnya "mata kranjang", "murahan", dan sejurus istilah hina lainnya yang kalau itu orang lain yang bilang (bukan teman dekat maksudnya) pasti langsung ditendangnya.
Mati-matian (lebay nih kata-katanya) Mawar berusaha mengontrol pandangan matanya. Tapi selaluuuu ada saja godaannya. Bagi Mawar terlalu banyak wajah-wajah artis bertebaran hingga rasanya kalau ketemu artis beneran bakalan susah bedain.

Hingga pada suatu hari, tepatnya pada malam sebelum ujian mid, mawar mengenal bocah besar itu. Iya bocah.. karena ia lebih muda dari Mawar. Awalnya karena kepentok butuh 'tentor' bantuin belajar bahan ujian, dengan mudahnya si Mawar jatuh simpati (belum sampai jatuh hati sih) pada si bocah tersebab kecerdasan dan 'keunikan'nya. Ya, si bocah ternyata cukup asyik bagi Mawar dan nampaknya Mawar pun sadar rasa itu mulai bertumbuh. Namun belum juga terjadi apa-apa, belum juga sempat dekat, si bocah harus sudah kembali ke negaranya, di belahan bumi benua biru sana. Baiklah... mungkin belum jodoh.

Dan Petualangan pun dimulai
Mawar pun kembali ke rutinitas membosankan nge-lab. Hingga pada suatu malam di lab, masuk jam makan malam, Mawar merasa lapar tapi malas masak. Jadi ya sudah lah, tetep aja nugas. Dan tetiba seorang lelaki tampan tetiba datang membawa makanan buatannya untuk Mawar icip. "Oh tidaaak... ini bukan manusia. Ini malaikat" (lebay). Sebenarnya lelaki itu teman Mawar juga sejak beberapa bulan lalu. Tapi mungkin karena moment dan feel nya lagi 'sesuatu' ya, jadi kejadian itu seolah menjadi tonggak awal petualangan cinta Mawar. Ya... petualangan cinta yang rata-rata orang mulai alami di masa SMA. Tidak seperti masa Mawar suka pada sesosok bayangan selama 6 tahun dulu yang datar-datar saja karena dari awal Mawar sudah tepis dan hindari, kali ini Mawar benar-benar merasakan sensasinya. Melambung, jatuh, bangun, jatuh lagi, bangun lagi, bergejolak lagi, jatuh lagi. Akhirnya Mawar lelah dan berkata "CUKUP. AKU LELAH". Tapi ternyata gelombang rasa itu masih terus menghampiri hingga Mawar pun lelah dengan "LELAH" itu sendiri. Akhirnya Mawar tak tahu harus bagaimana lagi. Akhirnya Mawar berjalan seperti zombi. Ada saatnya si zombi terbangun ketika ada yang menarik hati. Seperti saat ini ;) ... Uuuuw (si)apa itu????

(bersambung....)

Well, aku pun belum tahu apa yang akan terjadi pada Mawar. Masa depan memang misteri. Hanya Allah yang tahu. Mari kita doakan tokoh kita ini segera bertemu nasib baiknya ;)



    

Tetaplah Sebuah Pilihan

Sudah menjadi pilihanmu kan?
Sudah seperti yang kau inginkan kan?
Lalu apa lagi?

Pertanyaan demi pertanyaan itu tanpa ampun datang bertubi-tubi
entah apa namanya aku pun tak paham
adakah yang bisa membantuku memahami ini semua?
homesick?
may be
merasa tak berguna?
may be
tapi kamu masih punya cita-cita
kamu punya tanggungjawab itu
untuk bekalmu pulang
entah pulang ke tanah kelahiran atau
pulang ke kepada-Nya

Apa kamu sudah siap?
apa yang sudah kau perbuat?
apa yang sudah kau beri untuk mereka?
kamu yakin amalmu cukup menutup dosa-dosa mu????

Kamu kesepian?
Ya, aku menunggumu


*coretan 3 tahun lalu yang ternyata cuma teronggok di draft :)

Thursday, May 24, 2018

Interpolation Methods

Interpolation is the way to estimating a function at intermediate point. There are some methods of interpolation as I refer to Wikipedia:

1. Piecewise constant interpolation : locate the nearest data value and assign the same value.
Piecewise constant interpolation


2. Linear interpolation : taking the midway value between two data points into the a linear function.
Linear interpolation superimposed
3. Polynomial interpolation : is a generalization of linear interpolation by replacing interpolant with a polynomial of higher degree.
Polynomial interpolation plot
4. Spline interpolation : is an interpolation using low-degree polynomial in each intervals and chooses the polynomial pieces such that they fit smoothly together.
Spline intepolation plot


Tuesday, May 22, 2018

Well-posed vs. Ill-posed problems

Biar tidak lupa, berikut adalah catatan super singkat tentang definisi Well-posed problem dan ill-posed problem.

Jadi, menurut wikipedia, well-posed problem adalah model matematika untuk fenomena fisika yang memenuhi syarat :

  1. Ada jawaban pasti dari model matematika tersebut
  2. Jawaban atau solusi dari model matematika tersebut unik
  3. Sifat jawaban atau solusi dari model matematika tersebut berubah sesuai kondisi awal (soalnya)
Sebaliknya, model matematika yang tidak memenuhi ketiga syarat tersebut disebut ill-posed problem, misalnya inverse problem, and continuum model.


Friday, February 9, 2018

Omong Kosong tentang Harga Diri *coret*Lelaki*coret*

"Jangan bantu aku. Aku bisa sendiri. Aku tidak sebodoh itu."

Terkejut kami mendapat pesan dari salah satu teman kita. Tak berapa lama kemudian dia mulai mengetik pesan yang tak kalah mengejutkan. Dia menyebutkan kembali kalimat yang muasalnya hanyalah guyonan dan tak ada niatan sama sekali. Mungkin kami kurang mengenal baik karakter teman kami itu. Aku bahkan menangis dibuatnya. Sungguh aku tak habis pikir kok bisa-bisanya dia berpikir begitu. Kalau aku adalah Cinta, sudah kukatan pada Rangga bahwa "Yang kamu lakukan ke aku itu... jahat".

Tapi kucoba mengerti dan memahami. Saat sedang sesenggukan sendiri, masuklah sebuah pesan dari teman,

"Biarkan dulu dia sendiri. Sepertinya sekarang dia sedang memikirkan harga dirinya yang terkoyak. Membantunya hanya akan menodai harga dirinya. Lebih dari itu, ia adalah seorang lelaki."

)*&*&^!!!!!!!
Sebenanya pesan serupa sudah disampaikan oleh teman yang lain. Tapi waktu itu yang menyampaikan perempuan, kali ini teman laki-laki. Dalam hal ini mungkin dia lebih memahami perihal harga-diri-yang-terkoyak ini. Tak mau berdebat, pesan itu hanya kujawab,

"Got it." Oke! Fine. Jadi duduk permasalahannya adalah tentang harga diri. Baiklah.

Tapi kalau boleh jujur, aku punya pendapat tentang harga diri. Wahai para penggila harga diri, kalau kau percaya Allah, kupikir kalian pun tahu sebenarnya Allah lah yang Maha tahu baik dan buruknya kita. Tidak ada manusia yang sempurna. Setiap orang pasti punya aib. Orang yang terkenal baik dan sangat dicintai dan dihormati orang banyak, itu karena Allah MENUTUP AIB dia. Kalau Allah sudah berkendak membuka aibnya, apa daya orang itu?

Perlakuan orang terhadap diri kita, bisa jadi itu lah cerminan atas akhlaq kita. Tentu kita punya kewajiban menutup aib kita dan orang lain. Tapi apa daya jika ternyata aib kita tebongkar lewat orang lain. Marah? Lalu merasa harga diri kita ternodai? Hello....tunggu dulu!!! Lihat dengan mata hati dan pikiran jenih. Kalau ternyata yang dikatakan orang lain tentang keburukan kita itu benar, mungkin itu cara Allah memperingatkan kita. Kalau lah itu tidak benar, ya sudah, cukup klarifikasi tanpa emosi. Kalau klarifikasi tidak menyelesaikan masalah, ya sudah, abaikan. Untuk apa buang-buang waktu untuk hal yang kau tau tidak benar. Jadi tak ada gunanya juga sibuk marah-marah tentang harga-diri-yang-ternoda. Entahlah, bagi seorang lelaki mungkin it's big deal. Tapi apa salahnya berpikir logis seperti ini.

Oke, mungkin sebagai wanita, aku pun tak berhak maksa-maksa lelaki untuk berpikir logis tentang 'harga-diri'nya karena kami pun lebih jauh dari dunia logika, kami lebih perasa. Dan kadang gara-gara rasa ini, mungkin membuat para pria ternoda harga dirinya.

Baiklah, untuk lebih adilnya, mari sama-sama belajar dan terus memperbaiki diri.

Allah lah yang Maha Mengatur. 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...