Monday, October 16, 2017

Jadilah Temanku


“Kenapa kamu diam saja? Katakan sesuatu...”
”Katakan sesuatu. Aku ingin kau jadi temanku”
Aku tersenyum saja duduk kalem di kursi belakang ketika kau mengartikan setiap lirik lagu dari negaramu yang sedang kau putar di mobil. Ya, aku hanya tersenyum saja ketika kau menjelaskan maksud dari lagu orkestra yang tak banyak lirik itu karena itu bukan kali pertama kau menjelaskannya “padaku”. Entah mengapa aku merasa harus memberi penekanan pada kata “padaku”. Seolah-olah memang kau sangat menginginkanku sebagai temanmu. Tak kurang dan juga tak lebih. Kau tak ingin aku menjauhimu tapi tak juga terlalu dekat.

Kau tahu? Itu sungguh tak mudah pada awalnya. Tapi kuyakin kau tau aku sedang berjuang dan, somehow, kutahu kau pun berusaha membantuku hingga aku benar-benar bisa menempatkanmu sebagai teman. Tak lebih.

Saturday, October 14, 2017

Do Nothing Means Something

Tateyama, 2 tahun lalu (2015)


“
 Aku suka sekali cara kita berhubungan saat ini, tidak saling menyapa atau bertukar pesan, tetapi saling menyebut nama masing-masing dalam mendoa. 
Me

“

Tersenyum kubaca postingan terakhir di blog salah seorang kawan. Setuju banget sama quote dia ini tapi berhubung kutakpunya akun blog dia, jadi ga bisa nge-like. Semoga dia tahu aku copy postingan dia di sini. Hihihi.

Pada postingan dia sebelumnya, kupikir dia sedang membuat komitmen untuk tidak saling menyapa atau bertukar pesan hingga pada waktu tertentu mereka siap untuk sesuatu yang benar-benar sakral dan halal. Tapi rindu yang menyesak pasti ada. Rasa yang sebelumnya (mungkin) tak pernah kupahami. 

Tidak saling menyapa memang mungkin nampak tidak melakukan apa pun. Sebenarnya bukan tak melakukan apa pun, lebih tepatnya bisa disebut menyiapkan semuanya. 
Dalam kasus temanku itu, (menurut dugaanku lho ya, ga tau juga sebenarnya gimana) mereka memang ada komitmen satu sama lain, terungkap, sehingga dia pun yakin pasangan yang dia sebutkan namanya pun menyebutkan namanya. Saling menyebut nama dalam doa gitu lah.
Sungguh kuapresiasi usaha mereka dalam menjaga diri dan menyiapkan yang lebih pasti. Aku (sekarang) percaya itu tidak lah mudah. Semoga mereka benar-benar disatukan dalam ikatan yang Allah ridhoi. Ikatan pernikahan yang membawa mereka kekal sampai ke syurga :)

Lalu bagaimana dengan yang tidak jelas komitmennya? Apakah ketika kamu menyebut namanya dalam doamu dia juga menyebutkan namanu? Entahlah. Wallahu a’lam. Jadi apa poin pentingnya? Entahlah. Keep praying saja. Keep going by “doing nothing”.

Monday, October 2, 2017

About You


Hey, how are you doing?
Are you doing OK?
It's been away you walked away
Or it is me walked away
But anyway,
I hope you are OK

Do you still do the pray?
Are you still in God's way?
I know,
None of my business anyway 
I hope you are in the right way

Do you know,
I am always worried 
Worried about what you did
Worried about where you stand
Are you in safe way?
I know,
I needn't to worry 
None of my business 
But you're always in my mind 
You're always in my pray
I hope you're always safe

Thursday, September 28, 2017

Untuk Shofi

~~~~~~~~~~=~~~~~~~~~~~=~~~~~~~~~~~~~~~=~~~~~~~~~~~~=~~~~~~~~~~~~=~~~~~~~~
Shofi, semua sudah tertulis
Untuk apa kau bersedih
Semua sudah ditetapkan
Untuk apa kau risaukan

Shofi, ada banyak hal yang kau belum mengerti
Apa yang sebenarnya kau cari
dalam hidup ini?
Apakah semua yang kaujalani
Sudah sesuai aturan illahi?

Shofi, lihatnya sekelilingmu
Mereka pun murung
Apakah kau mau seperti itu?
Apakah itu baik untukmu?

Shofi, keluhanmu
kemarahanmu
kegalauanmu
kebahagiaanmu
Untuk siapakah itu?

Shofi, kembali lah
kepada Rabb yang selalu menunggumu
dalam setiap sholat dan doamu
Karena hanya Ia yang sanggup
mendengar semua keluh kesahmu
dan hanya Ia lah Sang Pemilik solusi

"Maka hanya kepada Allah lah kukembalikan SEMUA urusan"
~~~~~~~~~~=~~~~~~~~~~~=~~~~~~~~~~~~~~~=~~~~~~~~~~~~=~~~~~~~~~~~~=~~~~~~~~



Minna san is Busy, and I am Sabishi


"Uncle, I wanna ask you because you've been here for long time"
"Uh huh"
"When you asked me am I OK, to be honest, I was not OK. I was lonely. But today, I saw many people in my lab but they are all un-happy. Then, I become more unhappy"
*sigh
Lelaki paruh baya yang sudah kuanggap sebagai pamanku sendiri itu menghela napas sebelum menjawab keluhanku.
"Shofi," katanya.
"This is a working place. Not a school. We are not in a school time"

Tuesday, September 19, 2017

Picky Busy Picky Free

sumber gambar: memions.com

"Shofi, you I am extremely busy. But I am free if you really need me." 

Tersenyum ku membaca balasan chat dari seorang kawan. Menjadi mahasiswa doktoral tahun kedua memang memang sedikit susah untuk meluangkan waktu karena untuk lulus dalam tepat waktu (3 tahun) setidaknya dia sudah harus punya hasil riset untuk publish jurnal. Aku pun maklum dengan kesibukan dan stress yang dihadapinya.Tapi aku sedang sangat butuh teman. Jadilah selalu saja kuajak dia mengikuti beberapa agenda yang beberapa kali pula ia tolak. Aku paham. Tapi dia sungguh tahu mana ajakan yang benar-benar 'aku butuhkan'. Dia tahu kapan diri ini benar-benar perlu hiburan itu. Ketika ada ajakan yang kurang menarik dan rasanya yang mengajak dia tidak terlalu membutuhkannya, dia bilang Sorry, I am busy. Tapi bahkan jika di waktu yang sama kehadirannya benar-benar dibutuhkan, I am free for you. Ya, hanya untukmu.

Tuesday, September 12, 2017

Empty

And sometimes, emptiness is good
It's better than filled by a dirt
Ya, dan biarkanlah ia kosong dulu
Tak usah kau buru-buru mengisinya
Santai saja dulu
Biarkan lah ia lega
Sekiranya kau sudah mengosongkannya dari kotoran
itu adalah prestasimu
Treat yourself
Yakin lah bahwa yang lebih baik akan datang
Ya, biarkanlah ia sejenak
Tunggu saja hingga siap