Tuesday, March 19, 2013

Oyasumi, Obrolan Sebelum Tidur


Hai, kembali menyapa. Ingin mencoba menuliskan apa yang biasanya hanya kuceritakan.
Heboh! Ya, mungkin itu deskripsi yang tepat untuk menggambarkan bagaimana caraku bercerita. Kadang cerita yang sebenarnya biasa saja, namun ketika aku yang menyampaikan seolah-olah menjadi luar biasa. Seru! Begitu kata kebanyakan temanku. Yaaa... aku memang bukan pembohong tapi tanpa kusadari mungkin juga tidak terlalu jujur. Selalu ada bumbu dramatisasi yang terbubuhkan dalam setiap ceritaku.

Tapi ternyata kesuksesanku ber 'stand up comedy' tidak (atau mungkin belum) diiringi dengan kemampuanku menuliskan apa yang kuceritakan. Kebalikan dari caraku bercerita secara oral, ketika aku bercerita melalui tulisan, seringkali tidak seheboh dengan apa yang sebenarnya terjadi. So, dari sini akan kumulai. Hohohoooo....


Oke, kita mulai tentang cerita malam kemarin. Kemarin malam, tumben sekali, sempat mengobrol panjang dengan teman sekontrakan sekaligus teman sekamar. Yah... kita memang sok sibuk. Berangkat pagiii pulang malam... Di rumah cuma sempat say hello sebentar dan kemudian melakukan aktivitas masing-masing. Tidak se-strict itu juga sebenarnya. Kita juga sering ngobrol sepulang kerja meskipun sudah larut malam. Tapi itu biasanya kita ngobrol di ruang tamu. Nah, malam kemarin beda. Kita ngobrol di tempat tidur masing-masing yang kemudian kita akhiri dengan saling mengucapkan 'oyasumi' baru kemudian tak ada obrolan lagi.

Banyak sekali yang kita ceritakan malam itu. Termasuk yang masalah jodoh #ihirr. Ya... jujur saja ya. Seumur hidupku, belum pernah ada seorang laki-laki pun yang pernah menyatakan 'suka' padaku. Hohohoo..... Ada beberapa pertanyaan muncul dalam hati.

Apakah karena aku terlalu galak? Hmm bisa jadi.
Apakah mukaku yang terlalu jelek? Kurasa tidak juga.
Atau Apakah karena kelakukanku benar-benar minus? Itu yang sih yang sering dikantakan Hana dan Kyo. Hahaa.. Tapi kurasa juga bukan itu alasannya.

Whatever. Apapun alasannya, tapi itulah qadarullah yang memang kuinginkan. Hohooo ya, harapanku memang cukup satu orang saja yang berani dan ia benar jodohku. Satu untuk selamanya. 
Ups! Enough! Bukan itu yang mau aku ceritakan. Kembali ke cerita sebelum tidur kita tadi.
Ya, meskipun memang belum berpengalaman di'tembak' cowok, tapi harus diakui aku cukup berbakat untuk urusan makcomblang #nyombong. Makcomblang pemilih. Tidak semua pasangan kudukung. Kalau aku suka aja, aku siap sedia membantu menjadi perantara. Hahaa.... 

Beberapa (bisa dibilang sebagian besar) teman-teman cewekku langganan ditembak. Termasuk teman sekamarku itu. Xixixixi.....

Nah, beberapa hari yang lalu ada seorang pria yang minta 'disambungin' (emangnya kabel, disambung-sambung) ke temanku itu. Tapi karena aku merasa ada yang masih mengganjal, aku pun tidak berniat menyambungkannya meskipun akhirnya tetap kusampaikan maksud pria tersebut. Dan kepada pria tersebut aku minta ia mengatakan langsung pada wanita pujaannya. Seperti yang kuduga, ternyata temanku itu sudah cukup berpengalaman dalam hal menolak. Aku jadi tidak begitu mengkhawatirkannya :D

Kemudian ia pun bercerita tentang pengalaman-pengalamannya terdahulu. Mendengarkan cerita-ceritanya tentang beberapa pria yang briefly 'meminta' temanku menjadi pendamping hidupnya benar-benar cukup membuatku tersenyum dan berpikir. Eits... bukan bermaksud berbahagia di atas penderitaan orang. Dan bukan berarti teman saya bangga disukai banyak pria yang kemudian ditolaknya. Bukaan. Bukan itu. Hanya saja, dari pengalamannya itu, banyak hal yang bisa kita pelajari. Introspeksi diri kenapa bisa seperti itu. Setelah kita pikir-pikir lagi, akhirnya.....memang belum ketemu jawabannya. 

Hehee.... ternyata kita sendiri belum cukup mengenal diri sendiri. Ma'rifatul Insan. Ya, kita bahkan belum mengenal diri sampai detail-detailnya, apalagi bisa menguasai nafsu sendiri yang mungkin bisa jadi merugikan orang lain. Itu lah PR kita. Mengenal diri sendiri saja belum beres, bagaimana bisa mengenal pencipta kita? Ma'rifatullah. Makanya kita juga perlu prototipe manusia yang menjadi tuntunan kita dengan mengenal utusan-Nya. Ma'rifaturrasul. Ya, itu materi-materi dasar yang kagak ada matinye.

Obrolan tadi malam memang sangat banyak, tidak cuma masalah cowok tadi, tapi lebih banyak tentang sahabat-sahabat kita, dan nostalgia masa remaja yang ujung-ujungnya aku mengambil kesimpulan bahwa aku masih harus banyak belajar terutama tentang 3 materi itu Ma'rifatullah, Ma'rifaturrasul, dan Ma'rifatul Insan. Jangan tanya aku apa hubungannya antara yang kuceritan dengan kesimpulanku itu karena aku tahu ada hubungannya tapi aku tidak bisa menjelaskanya dengan tulisan. Hahaaa....

Wis wae lah ya latihan nulis kali ini :D

Have a nice dream ! Oyasuminasai.....  

No comments:

Post a Comment